Adu Bantal Segera Dipertandingkan Sebagai Cabang Olahraga
Jaja Suhana
Sabtu, 20 November 2021 - 15:35 WIB
Ilustrasi aksi adu bantal atau pukul bantal yang kelak bakal dijadikan cabang olahraga. Foto: Langit7.id/iStock
Adu bantal akan keluar dari kamar tidur dan naik ke ring tinju ketika Kejuaraan Adu Bantal (Pillow Fight Championship/PFC) digelar secara live dalam event pay-per-view di Florida pada 29 Januari 2022 mendatang. Steve Williams, pria dengan impian mengubah permainan masa kecil menjadi olahraga tarung profesional, mengatakan PFC menghadirkan semua drama pertarungan tangan kosong tanpa darah dalam mixed martial arts atau tinju.
"Ini bukan sesuatu di mana Anda duduk di sana dan tertawa dan bulu-bulu beterbangan," kata Williams, CEO PFC, kepada Reuters, Sabtu (20/11/2021).
"Ini serius, Ini pukulan keras dengan bantal khusus," ucapnya.
Baca Juga:Hadapi Arsenal di Anfield, Liverpool Tanpa Sejumlah Pilar
Meskipun peserta putra dan putri pada event Januari sebagian besar berasal dari dunia MMA dan tinju, anak-anak masih akan tidur nyenyak setelah menyaksikan pertarungan. "Satu-satunya perbedaan antara pertarungan kami dengan pertarungan MMA adalah tidak seorang pun yang terluka," katanya.
"Para petarung tidak suka disakiti, dan ada banyak orang yang tidak ingin melihat darah. Mereka ingin melihat kompetisi yang baik, mereka tidak ingin melihat kekerasan," ungkapnya.
Fakta bahwa begitu banyak orang tumbuh dengan memukul saudara, teman, dan orang tua mereka dengan bantal membuat olahraga ini menyenangkan, yang diharap akan membantu memasuki audiens baru. "Anda bisa menyebutnya sebagai olahraga alternatif, tetapi kami pikir ini akan memiliki daya tarik utama," katanya.
"Ini bukan sesuatu di mana Anda duduk di sana dan tertawa dan bulu-bulu beterbangan," kata Williams, CEO PFC, kepada Reuters, Sabtu (20/11/2021).
"Ini serius, Ini pukulan keras dengan bantal khusus," ucapnya.
Baca Juga:Hadapi Arsenal di Anfield, Liverpool Tanpa Sejumlah Pilar
Meskipun peserta putra dan putri pada event Januari sebagian besar berasal dari dunia MMA dan tinju, anak-anak masih akan tidur nyenyak setelah menyaksikan pertarungan. "Satu-satunya perbedaan antara pertarungan kami dengan pertarungan MMA adalah tidak seorang pun yang terluka," katanya.
"Para petarung tidak suka disakiti, dan ada banyak orang yang tidak ingin melihat darah. Mereka ingin melihat kompetisi yang baik, mereka tidak ingin melihat kekerasan," ungkapnya.
Fakta bahwa begitu banyak orang tumbuh dengan memukul saudara, teman, dan orang tua mereka dengan bantal membuat olahraga ini menyenangkan, yang diharap akan membantu memasuki audiens baru. "Anda bisa menyebutnya sebagai olahraga alternatif, tetapi kami pikir ini akan memiliki daya tarik utama," katanya.