Moeldoko: Negara Berkembang Berharap Besar terhadap Presidensi G20 Indonesia
Mahmuda attar hussein
Selasa, 23 November 2021 - 19:30 WIB
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko. Foto: istimewa
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko, menegaskan pentingnya komunikasi publik yang masif dan terkoordinasi dalam penyelenggaraan Presidensi G20, mengingat harapan terhadap keketuaan Indonesia bagi lingkungan negara-negara berkembang dan rentan, sangat besar.
“Jadi Indonesia ditunjuk menjadi Presidensi G20 sangat penting, karena Indonesia adalah negara berkembang pertama yang mengemban keketuaan ini, maka posisi kita yang berada di antara negara-negara berkembang dan rentan diharapkan bisa membawa suara aspirasi ke negara anggota G20,” tegasnya saat memberikan sambutan pada Forum Tematik Bakohumas - Menuju Presidensi G20 Indonesia di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (23/11/2021).
Baca juga: Erick Thohir Harap BUMN Berani Maju di Perhelatan G20 2022
Moeldoko menyatakan negara-negara berkembang dan rentan sangat berharap kepemimpinan Indonesia pada Presidensi G20 ini, dapat mendorong berbagai hal, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) bahwa Indonesia harus dapat mempengaruhi negara-negara G20 agar kepentingan-kepentingan neraga berkembang dan rentan ini bisa disampaikan dengan baik.
“Indonesia menyanggupi untuk mengambil alih Presidensi G20 pada 2022 mendatang dari India, maka kita harus menunjukkan bahwa Indonesia bisa menyelenggarakannya dengan sungguh-sungguh baik, apalagi ada sejumlah catatan atas penyelenggaraan yang terjadi di Italia, maka kita harus lebih baik, meski tantangan akibat dampak pandemi begitu besar,” kata Moeldoko.
Indonesia dikatakan Moeldoko harus dapat membawa kepentingan negara berkembang kepada negara-negara anggota G20, yang menguasai sekitar 82 persen ekonomi dunia, 80 persen investasi Global, 70 persen perdagangan internasional dan 66 persen populasi dunia ada pada negara G20.
Untuk itulah, Presiden dalam rapat internal terkait persiapan Presidensi G20 menekankan pentingnya strategi komunikasi yang masif baik di dalam negeri maupun internasional, untuk membangun kepercayaan kepada Indonesia.
“Jadi Indonesia ditunjuk menjadi Presidensi G20 sangat penting, karena Indonesia adalah negara berkembang pertama yang mengemban keketuaan ini, maka posisi kita yang berada di antara negara-negara berkembang dan rentan diharapkan bisa membawa suara aspirasi ke negara anggota G20,” tegasnya saat memberikan sambutan pada Forum Tematik Bakohumas - Menuju Presidensi G20 Indonesia di Hotel Kempinski Jakarta, Selasa (23/11/2021).
Baca juga: Erick Thohir Harap BUMN Berani Maju di Perhelatan G20 2022
Moeldoko menyatakan negara-negara berkembang dan rentan sangat berharap kepemimpinan Indonesia pada Presidensi G20 ini, dapat mendorong berbagai hal, sesuai arahan Presiden Joko Widodo dalam Rapat Terbatas (Ratas) bahwa Indonesia harus dapat mempengaruhi negara-negara G20 agar kepentingan-kepentingan neraga berkembang dan rentan ini bisa disampaikan dengan baik.
“Indonesia menyanggupi untuk mengambil alih Presidensi G20 pada 2022 mendatang dari India, maka kita harus menunjukkan bahwa Indonesia bisa menyelenggarakannya dengan sungguh-sungguh baik, apalagi ada sejumlah catatan atas penyelenggaraan yang terjadi di Italia, maka kita harus lebih baik, meski tantangan akibat dampak pandemi begitu besar,” kata Moeldoko.
Indonesia dikatakan Moeldoko harus dapat membawa kepentingan negara berkembang kepada negara-negara anggota G20, yang menguasai sekitar 82 persen ekonomi dunia, 80 persen investasi Global, 70 persen perdagangan internasional dan 66 persen populasi dunia ada pada negara G20.
Untuk itulah, Presiden dalam rapat internal terkait persiapan Presidensi G20 menekankan pentingnya strategi komunikasi yang masif baik di dalam negeri maupun internasional, untuk membangun kepercayaan kepada Indonesia.