LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mengajak perusahaan-perusahaan BUMN membuat kegiatan dalam gelaran G20 tahun depan. Menurut Erick, BUMN harus berani maju untuk benchmarking dengan negara lain. Lagi, tambah Erick, hal tersebut juga bisa menjadi panduan untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan BUMN.
"Yang lemahnya kita akan perbaiki, kita harus pastikan bahwa kita sebagai penyeimbang pasar, kita bisa melakukan intervensi dan kita sudah lakukan hal tersebut saat pandemi Covid-19, kita lakukan intervensi," ujar Menteri BUMN Erick Thohir seperti dikutip dari Antaranews, Selasa (16/11/2021).
Baca juga: Airlangga: Presidensi G20 Momentum Pulih Bersama PascapandemiKementerian BUMN bersama perusahaan-perusahaan BUMN, selama pandemi COVID-19 ini, sudah melakukan berbagai intervensi untuk membantu dan meringankan beban masyarakat Indonesia. Beberapa intervensi yang dilakukan antara lain subsidi listrik, intervensi harga alat pelindung diri (APD), intervensi obat impor, juga mengatasi kelangkaan obat dan membagikan obat-obatan secara gratis kepada masyarakat.
"Hal-hal ini saya harap tentu kuncinya kembali pada aspek human capital-nya," kata Erick Thohir.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima secara simbolis estafet keketuaan atau Presidensi Kelompok 20 (G20) pada Minggu, Roma, Italia, sehingga Indonesia untuk pertama kalinya akan menjadi ketua G20 yang merupakan forum global beranggotakan negara-negara penyumbang 80 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dunia.
Baca juga: Di KTT G20, Presiden Jokowi Dorong Penguatan Peran UMKM dan PerempuanPresiden Jokowi juga secara langsung mengundang para pemimpin dunia untuk melanjutkan diskusi pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia yang rencananya digelar di Bali pada 30-31 Oktober 2022.
Presiden Jokowi menjelaskan bahwa keketuaan Indonesia dalam G20 akan mendorong upaya bersama bagi pemulihan ekonomi dunia dengan tema besar "Recover Together, Recover Stronger." Pertumbuhan yang inklusif, people-centered, serta ramah lingkungan dan berkelanjutan, menjadi komitmen utama kepemimpinan Indonesia dalam G20.
(est)