LANGIT7.ID, Roma - Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan peran perempuan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bagi kemajuan bangsa merupakan keniscayaan. Bagi Indonesia, UMKM adalah sendi utama perekonomian.
Hal tersebut disampaikannya saat berpidato pada side event KTT G20 di La Nuvola, Roma, Italia, yang membahas soal UMKM dan bisnis milik perempuan. Jokowi menyebut G20 harus terus mendorong penguatan peran UMKM dan perempuan melalui sejumlah aksi nyata.
"Pertama, meningkatkan inklusi keuangan UMKM dan perempuan. Inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Indeks keuangan inklusif kami telah mencapai 81 persen dan kami targetkan mencapai 90 persen di tahun 2024," kata Jokowi seperti dikutip Senin (1/11).
Baca juga:
Kiyai Maruf Amin Minta Masjid Jadi Leading Sector Pemulihan Sosial EkonomiUntuk mencapai hal itu, Jokowi mengatakan pembiayaan yang ramah dan akses pendanaan bagi UMKM di Indonesia akan terus diperkuat. "Indonesia mengalokasikan 17,8 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) kredit usaha rakyat (KUR) dan lebih dari 2,4 juta pengusaha perempuan telah menerima bantuan ini," jelasnya.
Selain itu, Indonesia juga meluncurkan 1,1 miliar Dolar AS bagi Program Produktif Usaha Mikro dan 63,5 persen, di antaranya diterima pengusaha perempuan. Khusus untuk pengusaha perempuan mikro dan ultra-mikro, Indonesia mengembangkan skema pemodalan khusus yang disebut program Mekaar "Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera".
Hingga saat ini, lanjut Jokowi, terdapat lebih dari 10,4 juta nasabah dengan total pembiayaan 1,48 miliar Dolar AS dan non-performing loan yang sangat rendah, hanya 0,1 persen. Hal tersebut membuktikan kemampuan para pengusaha perempuan yang mumpuni dalam mengelola dana.
Aksi nyata kedua, yakni mendukung transformasi ekonomi UMKM. Menurut Jokowi, digitalisasi adalah key enabler, dengan Lokapasar atau e-commerce menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia di masa pandemi dengan nilai yang akan mencapai 24,8 miliar Dolar AS tahun ini.
"Selama pandemi, 8,4 juta UMKM Indonesia telah memasuki ekosistem digital, termasuk bagi 54 persen UMKM perempuan," ujar Jokowi.
Baca juga:
Produk Unggulan Ekspor Aceh Dapat Atensi di Expo 2020 DubaiPresiden menyebut bahwa keberpihakan G20 harus nyata bagi digitalisasi UMKM dan perempuan. Dukungan tersebut berupa pembangunan infrastruktur digital dan kerja sama teknologi, perluasan konektivitas digital secara inklusif, serta peningkatan literasi digital pelaku UMKM
"Kami di Indonesia terus melakukan berbagai upaya mendukung UMKM seperti kemitraan BUMN dengan UMKM, kemudahan izin usaha, dukungan inkubasi bisnis, penguatan koperasi dan lainnya," paparnya.
Berbagai langkah strategis tersebut telah membawa hasil nyata yakni ekonomi Indonesia tumbuh 7,07 persen pada triwulan II tahun ini. Selain itu, angka kemiskinan dan pengangguran mulai menurun dan nilai ekspor tumbuh 37,7 persen.
"Membaiknya situasi pandemi di Indonesia, positivity rate di bawah 1 persen, vaksinasi dosis pertama capai 53,62 persen, dan vaksinasi dosis lengkap capai 31,50 persen, insyaallah pemulihan ekonomi Indonesia akan berjalan," ucapnya.
"Tugas kita, memastikan pemulihan ini dilakukan secara bersama dan berkelanjutan. Recover together, recover stronger," pungkasnya.
Sebagai informasi, Indonesia memiliki lebih dari 65 juta unit UMKM yang berkontribusi terhadap 61 persen perekonomian nasional. Sebanyak 64 persen pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan sehingga bagi Indonesia, memberdayakan UMKM berarti juga memberdayakan perempuan.
(sof)