Profil Pengasuh Pesantren
Gus Kikin: Ulama Tawadhu, Pengusaha dan Pemilik Stasiun Televisi
Muhajirin
Senin, 29 November 2021 - 18:33 WIB
Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz (foto: Tebuireng Online)
Masyarakat Surabaya sudah pasti tak asing lagi dengan stasiun televisi BBS TV. Stasiun TV lokal yang sudah mengudara sejak 2008 silam itu ternyata milik seorang ulama sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau akrab disapa Gus Kikin.
Gus Kikin adalah putra almarhum KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari Jalur ibu, nasab beliau bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH M Hasyim Asy’ari yang diperistri KH Ma’shum Ali, ahli falak asal Gresik dan pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah, atak kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.
Dari jalur ayah, nasab beliau bersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatul Nasyi’in Paculgowang, Jombang. Gus Kikin terhitung masih adik sepupu KH Anwar Mansur, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.
Gus Kikin didapuk memimpin Tebuireng setelah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) meninggal dunia pada Februari 2020 lalu. Ia naik tahta dari posisi Wakil Pengasuh Tebuireng. Memang, semasa masih hidup, Gus Sholah sudah mempersiapkan Gus Kikin sebagai pengganti.
Gus Kikin mengaku sudah diminta membantu Gus Sholah mengurus Tebuireng sekaligus bersiap menjadi pengganti. Sejak saat itu, ia banyak belajar dari adik kandung Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.
Pemilihan Gus Kikin sebagai pengasuh Tebuireng dilakukan melalui musyawarah keluarga, yakni melibatkan semua keturunan KH Hasyim Asy’ari selaku pendiri pesantren. Sebanyak 200 lebih anggota keluarga pesantren dikumpulkan.
Meski melalui berbagai tahapan selayaknya dalam pemilihan, Gus Kikin akhirnya terpilih menjadi penerus Gus Sholah. “Tahun 2016 itu dulu akhirnya saya diminta Gus Sholah, saya siap. Kita sudah siap, sudah jauh hari. Itu yang oleh Gus Sholah sudah dilakukan, sehingga beliau tidak lagi memikirkan itu,” ucapnya.
Gus Kikin adalah putra almarhum KH Mahfudz Anwar dan Nyai Hj Abidah Ma’shum. Dari Jalur ibu, nasab beliau bersambung kepada Nyai Hj Khoiriyah Hasyim, putri sulung KH M Hasyim Asy’ari yang diperistri KH Ma’shum Ali, ahli falak asal Gresik dan pengarang kitab Amtsilah Tasrifiyah, atak kakak kandung KH Adlan Ali Cukir.
Dari jalur ayah, nasab beliau bersambung kepada KH Anwar bin Alwi, pendiri Pondok Pesantren Tarbiyatul Nasyi’in Paculgowang, Jombang. Gus Kikin terhitung masih adik sepupu KH Anwar Mansur, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo.
Gus Kikin didapuk memimpin Tebuireng setelah KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) meninggal dunia pada Februari 2020 lalu. Ia naik tahta dari posisi Wakil Pengasuh Tebuireng. Memang, semasa masih hidup, Gus Sholah sudah mempersiapkan Gus Kikin sebagai pengganti.
Gus Kikin mengaku sudah diminta membantu Gus Sholah mengurus Tebuireng sekaligus bersiap menjadi pengganti. Sejak saat itu, ia banyak belajar dari adik kandung Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tersebut.
Pemilihan Gus Kikin sebagai pengasuh Tebuireng dilakukan melalui musyawarah keluarga, yakni melibatkan semua keturunan KH Hasyim Asy’ari selaku pendiri pesantren. Sebanyak 200 lebih anggota keluarga pesantren dikumpulkan.
Meski melalui berbagai tahapan selayaknya dalam pemilihan, Gus Kikin akhirnya terpilih menjadi penerus Gus Sholah. “Tahun 2016 itu dulu akhirnya saya diminta Gus Sholah, saya siap. Kita sudah siap, sudah jauh hari. Itu yang oleh Gus Sholah sudah dilakukan, sehingga beliau tidak lagi memikirkan itu,” ucapnya.