Airlangga: Presidensi G20 Indonesia Butuh Peran Generasi Muda
Mahmuda attar hussein
Selasa, 30 November 2021 - 19:15 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Foto: Humas Kemenko Perekonomian
Presidensi G20 Indonesia yang secara resmi akan berjalan mulai 1 Desember 2021, menjadi momentum untuk meningkatkan diplomasi perekonomian.
Indonesia berkesempatan memperkuat sektor perekonomian kunci melalui berbagai negosiasi di bawah Presidensi G20. Di antaranya seperti perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, pertanian, kesehatan, pendidikan, sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Pertahankan Ekonomi Saat Krisis, Pemerintah Perkuat Peran UMKM
Kesempatan memperkuat peran di Presidensi G20 juga semakin besar seiring kondisi Indonesia yang saat ini didominasi oleh usia produktif, yakni dengan rentang usia 20-40 tahun, terbanyak di usia 30-an tahun.
“Dalam Presidensi G20, peran kaum muda tidak bisa dikesampingkan. Melalui Youth20 (Y20), generasi muda memiliki andil besar dalam menentukan arah kebijakan dan manfaat dari recovery itu sendiri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di acara Puncak Kompetisi Pemuda Nasional: Pemuda dan Presidensi G20 Indonesia, Minggu (28/11).
Beberapa isu penting yang perlu menjadi fokus kaum muda secara nasional dan global, yaitu ketenagakerjaan, transformasi digital, lingkungan, khususnya terkait transisi dari ekonomi tradisional menjadi ekonomi sirkular, serta keberagaman dan inklusivitas.
Baca juga: Airlangga: Peluang Ekonomi Digital Indonesia Masih Terbuka
Indonesia berkesempatan memperkuat sektor perekonomian kunci melalui berbagai negosiasi di bawah Presidensi G20. Di antaranya seperti perdagangan, investasi, ketenagakerjaan, pertanian, kesehatan, pendidikan, sumber daya manusia dan pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Pertahankan Ekonomi Saat Krisis, Pemerintah Perkuat Peran UMKM
Kesempatan memperkuat peran di Presidensi G20 juga semakin besar seiring kondisi Indonesia yang saat ini didominasi oleh usia produktif, yakni dengan rentang usia 20-40 tahun, terbanyak di usia 30-an tahun.
“Dalam Presidensi G20, peran kaum muda tidak bisa dikesampingkan. Melalui Youth20 (Y20), generasi muda memiliki andil besar dalam menentukan arah kebijakan dan manfaat dari recovery itu sendiri,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di acara Puncak Kompetisi Pemuda Nasional: Pemuda dan Presidensi G20 Indonesia, Minggu (28/11).
Beberapa isu penting yang perlu menjadi fokus kaum muda secara nasional dan global, yaitu ketenagakerjaan, transformasi digital, lingkungan, khususnya terkait transisi dari ekonomi tradisional menjadi ekonomi sirkular, serta keberagaman dan inklusivitas.
Baca juga: Airlangga: Peluang Ekonomi Digital Indonesia Masih Terbuka