Aplikasi Perawatan Kendaraan di Yogyakarta Bantu 953 pelaku UMKM
Mahmuda attar hussein
Senin, 19 Juli 2021 - 16:47 WIB
Ilustrasi perawatan kendaraan yang melibatkan ratusan pelaku UMKM di Yogyakarta. Foto: istimewa
Hepicar adalah penyedia layanan on-demand untuk kebutuhan perawatan kendaraan melalui aplikasi. CEO Hepicar Nurhidayanto mendirikan Hepicar ini sejak awal Januari 2018.
Saat ini Hepicar baru bisa digunakan di Yogyakarta. Nurhidayanto sedang melakukan pengembangan Hepicar agar bisa menjangkau daerah lebih luas.
Hepicar menjawab segala kebutuhan pemilik kendaraan di Yogyakarta disaat pandemi Covid-19 seperti ini. Di mana keterbatasan untuk melakukan aktivitas di luar, menyebabkan pemilik kendaraan enggan untuk sekedar ke bengkel atau tempat cuci kendaraan mereka.
Melalui mitra Hepicar melakukan layanan panggilan ke rumah, menjawab kebutuhan perawatan kendaraan pelanggan. Menurut Nurhidayanto, jumlah pengunduh aplikasi Hepicar ini mencapai 11 ribu orang per 2 Mei 2021.
Kini Hepicar telah bermitra dengan 953 pelaku UMKM di bidang otomotif yang tersebar di Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Ia berharap melalui Hepicar ini pelaku usaha perbengkelan tidak termakan oleh kompetisi.
Dengan bekerjasama dengan lembaga filantropi, Nurhidayanto ingin dapat membangkitkan para pelaku usaha rintisan (startup) dengan memfasilitasi pelatihan dan ekosistem usaha.
Saat mengunduh aplikasi Hepicar ini pengguna akan dipandu tata cara pengoperasiannya. Seperti layanan yang dibutuhkan, menentukan lokasi, dan memilih mitra spesialis.
Saat ini Hepicar baru bisa digunakan di Yogyakarta. Nurhidayanto sedang melakukan pengembangan Hepicar agar bisa menjangkau daerah lebih luas.
Hepicar menjawab segala kebutuhan pemilik kendaraan di Yogyakarta disaat pandemi Covid-19 seperti ini. Di mana keterbatasan untuk melakukan aktivitas di luar, menyebabkan pemilik kendaraan enggan untuk sekedar ke bengkel atau tempat cuci kendaraan mereka.
Melalui mitra Hepicar melakukan layanan panggilan ke rumah, menjawab kebutuhan perawatan kendaraan pelanggan. Menurut Nurhidayanto, jumlah pengunduh aplikasi Hepicar ini mencapai 11 ribu orang per 2 Mei 2021.
Kini Hepicar telah bermitra dengan 953 pelaku UMKM di bidang otomotif yang tersebar di Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Ia berharap melalui Hepicar ini pelaku usaha perbengkelan tidak termakan oleh kompetisi.
Dengan bekerjasama dengan lembaga filantropi, Nurhidayanto ingin dapat membangkitkan para pelaku usaha rintisan (startup) dengan memfasilitasi pelatihan dan ekosistem usaha.
Saat mengunduh aplikasi Hepicar ini pengguna akan dipandu tata cara pengoperasiannya. Seperti layanan yang dibutuhkan, menentukan lokasi, dan memilih mitra spesialis.