Kesehatan
70% Wanita yang Aktif di Usia Paruh Baya Mengalami Disfungsi Seksual
Muhammad rifai akif
Ahad, 05 Desember 2021 - 09:59 WIB
Wanita muslim berusia paruh baya yang tengah tersenyum. Foto: LANGIT7/iStock
Studi terbaru dari National University Health System (NUHS) mengungkapkan bahwa mayoritas wanita yang berusia paruh baya dan aktif secara seksual, mengalami disfungsi seksual.
Penelitian yang dirilis media pada Rabu, (1/12/2021) melibatkan 1.048 responden wanita dari berbagai etnis dengan rentang usia 45-69 tahun. Dari populasi tersebut ditemukan sebanyak 57 persen responden aktif secara seksual.
Baca juga: 6 Manfaat Puasa Senin-Kamis bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Riset tersebut menggunakan metode kuisioner mendapatkan pandangan komprehensif akan kesehatan wanita, termasuk aspek-aspek seperti fungsi fisik, kesehatan tulang, kesehatan menopause, dan kesehatan urogenital.
Hasilnya 70 persen wanita mengalami disfungsi seksual, yang ditandai dengan kurangnya minat atau gairah seksual, ketidakmampuan untuk orgasme dan atau mengalami nyeri genital pada alat kelamin.
Studi ini juga menyoroti faktor risiko yang terkait dengan disfungsi seksual wanita, yang meliputi kekeringan vagina, bertambahnya usia, status pasca menopause, menstruasi, tidak melahirkan, gejala depresi yang lebih tinggi, indeks masa tubuh yang lebih rendah dan kekuatan genggaman yang lebih lemah.
"Kekeringan vagina adalah faktor risiko terbesar disfungsi seksual wanita," kata Profesor Yong Eu Leong, yang memimpin penelitian ini.
Penelitian yang dirilis media pada Rabu, (1/12/2021) melibatkan 1.048 responden wanita dari berbagai etnis dengan rentang usia 45-69 tahun. Dari populasi tersebut ditemukan sebanyak 57 persen responden aktif secara seksual.
Baca juga: 6 Manfaat Puasa Senin-Kamis bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Riset tersebut menggunakan metode kuisioner mendapatkan pandangan komprehensif akan kesehatan wanita, termasuk aspek-aspek seperti fungsi fisik, kesehatan tulang, kesehatan menopause, dan kesehatan urogenital.
Hasilnya 70 persen wanita mengalami disfungsi seksual, yang ditandai dengan kurangnya minat atau gairah seksual, ketidakmampuan untuk orgasme dan atau mengalami nyeri genital pada alat kelamin.
Studi ini juga menyoroti faktor risiko yang terkait dengan disfungsi seksual wanita, yang meliputi kekeringan vagina, bertambahnya usia, status pasca menopause, menstruasi, tidak melahirkan, gejala depresi yang lebih tinggi, indeks masa tubuh yang lebih rendah dan kekuatan genggaman yang lebih lemah.
"Kekeringan vagina adalah faktor risiko terbesar disfungsi seksual wanita," kata Profesor Yong Eu Leong, yang memimpin penelitian ini.