Diterima Syaikh Al-Azhar, Prof Din Sampaikan Piagam Kemanusiaan
Fajar adhitya
Ahad, 05 Desember 2021 - 23:55 WIB
Prof Din Syamsuddin bertemu Grand Syaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmad Muhammad Al-Thayyib. Pertemuan berlangsung di Masyikhah (kantor Syaikh) di kampus Universitas Al-Azhar, belum lama ini. Foto: Istimewa.
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin bertemu Grand Syaikh Al-Azhar, Prof Dr Ahmad Muhammad Al-Thayyib. Pertemuan berlangsung di Masyikhah (kantor Syaikh) di kampus Universitas Al-Azhar, belum lama ini.
Pada kesempatan tersebut, Prof Din menyampaikan penghargaan kepada Syaikh al-Azhar atas penandatanganan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (watsiqat al-Ukhuwah al-Insaniyah) antara Syaikh Al-Azhar dan Paus Fransiscus di Abu Dhabi tiga tahun lalu. Menurut dia, piagam itu sangat penting dan relevan sebagai solusi terhadap peradaban dunia.
"Kala kemanusiaan tercabik atas egoisme keagamaan, ras, kebangsaan, dan kenegaraan serta bentuk-bentuk ashabiyah lain, persaudaraan kemanusiaan adalah pesan agama-agama, termasuk Islam. Persaudaran kemanusiaan didasarkan pada prinsip bahwa segenap manusia, apapun ras, bangsa, ataupun agama, adalah sama-sama makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala," ujarnya.
Baca Juga:Arsitektur Indah dan Megah, Upaya Makmurkan Masjid di Akhir Zaman
Dalam rangka pengarusutamaan piagam tersebut, Din Syamsuddin mengusulkan kepada Syaikh Al-Azhar agar peringatan tahunannya lebih meluas di seluruh dunia dalam bentuk pertemuan atau kerja sama yang bersifat lintas. Selain itu, Din memberitahu Syaikh Al-Azhar tentang pembentukan poros dunia wasatiah Islam sebagai usaha pembudayaan kehidupan berislam yang tengahan dan pembentukan umat Islam sebagai ummatan wasathan.
Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini juga mengingat Syaikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Al-Thayyib tentang kesepakatan antara Muhammadiyah dan Syaikh Al-Azhar, yang ditandangani pada 2003 oleh Prof Din Syamsuddin mewakili PP Muhammadiyah dan Prof Syaikh Muhammad Al-Sayyid Thonthowi dapat diperbarui. Kesepakatan meliputi kerja sama dalan bidang pendidikan, dan dakwah. Syaikh Al-Azhar sepakat agar kesepakatan itu diperbarui dan dilaksanakan secara nyata.
Baca Juga:DMI dan Para Pengasuh Pesantren Kunjungi Al-Azhar Mesir, Bahas Kesetaraan Ijazah Pesantren
Pada kesempatan tersebut, Prof Din menyampaikan penghargaan kepada Syaikh al-Azhar atas penandatanganan Piagam Persaudaraan Kemanusiaan (watsiqat al-Ukhuwah al-Insaniyah) antara Syaikh Al-Azhar dan Paus Fransiscus di Abu Dhabi tiga tahun lalu. Menurut dia, piagam itu sangat penting dan relevan sebagai solusi terhadap peradaban dunia.
"Kala kemanusiaan tercabik atas egoisme keagamaan, ras, kebangsaan, dan kenegaraan serta bentuk-bentuk ashabiyah lain, persaudaraan kemanusiaan adalah pesan agama-agama, termasuk Islam. Persaudaran kemanusiaan didasarkan pada prinsip bahwa segenap manusia, apapun ras, bangsa, ataupun agama, adalah sama-sama makhluk ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala," ujarnya.
Baca Juga:Arsitektur Indah dan Megah, Upaya Makmurkan Masjid di Akhir Zaman
Dalam rangka pengarusutamaan piagam tersebut, Din Syamsuddin mengusulkan kepada Syaikh Al-Azhar agar peringatan tahunannya lebih meluas di seluruh dunia dalam bentuk pertemuan atau kerja sama yang bersifat lintas. Selain itu, Din memberitahu Syaikh Al-Azhar tentang pembentukan poros dunia wasatiah Islam sebagai usaha pembudayaan kehidupan berislam yang tengahan dan pembentukan umat Islam sebagai ummatan wasathan.
Mantan Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini juga mengingat Syaikh Al-Azhar Ahmad Muhammad Al-Thayyib tentang kesepakatan antara Muhammadiyah dan Syaikh Al-Azhar, yang ditandangani pada 2003 oleh Prof Din Syamsuddin mewakili PP Muhammadiyah dan Prof Syaikh Muhammad Al-Sayyid Thonthowi dapat diperbarui. Kesepakatan meliputi kerja sama dalan bidang pendidikan, dan dakwah. Syaikh Al-Azhar sepakat agar kesepakatan itu diperbarui dan dilaksanakan secara nyata.
Baca Juga:DMI dan Para Pengasuh Pesantren Kunjungi Al-Azhar Mesir, Bahas Kesetaraan Ijazah Pesantren