Relawan PMI Siaga Bencana di 24 Kabupaten dan Kota di Sulsel
Akbar Nur Qadri
Selasa, 07 Desember 2021 - 10:46 WIB
Sungai di Dusun Tabuwe, Kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, yang meluap setelah diguyur hujan selama 3 hari. Foto: Akbar Nur Qadri
Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, memastikan seluruh relawan PMI telah siaga bencana di seluruh kabupaten dan kota di Sulsel.
Khusus di sejumlah daerah yang terdampak bencana, seperti banjir, para relawan PMI telah berkoordinasi dengan BPBD setempat dalam mendukung penanganan bencana.
"Sekarang ini seluruh markas PMI di daerah masing-masing sejak beberapa hari terakhir memang telah diminta untuk menjadikan markas sebagai posko siaga banjir," kata Adnan, Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Banjir Bandang di Soppeng, Bantuan Mulai Disalurkan
Semua relawan, kata Bupati Gowa ini, telah siaga di markas cabang masing-masing dengan peralatan yang ada.
"Kita sudah minta supaya di daerah-daerah yang terdampak banjir untuk melakukan koordinasi dengan BPBD setempat untuk bisa secepatnya memberikan dukungan penanganan," ucapnya.
Bantuan logistik lanjut Adnan juga disiagakan di gudang regional untuk kemudian didistribusikan sesuai kebutuhan daerah terdampak dari hasil assesment yang dilakukan.
Khusus di sejumlah daerah yang terdampak bencana, seperti banjir, para relawan PMI telah berkoordinasi dengan BPBD setempat dalam mendukung penanganan bencana.
"Sekarang ini seluruh markas PMI di daerah masing-masing sejak beberapa hari terakhir memang telah diminta untuk menjadikan markas sebagai posko siaga banjir," kata Adnan, Selasa (7/12/2021).
Baca juga: Banjir Bandang di Soppeng, Bantuan Mulai Disalurkan
Semua relawan, kata Bupati Gowa ini, telah siaga di markas cabang masing-masing dengan peralatan yang ada.
"Kita sudah minta supaya di daerah-daerah yang terdampak banjir untuk melakukan koordinasi dengan BPBD setempat untuk bisa secepatnya memberikan dukungan penanganan," ucapnya.
Bantuan logistik lanjut Adnan juga disiagakan di gudang regional untuk kemudian didistribusikan sesuai kebutuhan daerah terdampak dari hasil assesment yang dilakukan.