Lacak Kasus Covid-19, Korsel Kembangkan Teknologi Pengenalan Wajah
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 13 Desember 2021 - 14:05 WIB
Ilustrasi teknologi pengenalan wajah atau face recognition. (Foto: Langit7.id/iStock)
Pemerintah Korea Selatan mengembangkan teknologi pengenalan wajah atau facial recognition guna melacak mobilitas pasien yang terpapar virus Covid-19. Sistem tersebut akan mulai diujicobakan pada Januari 2022 mendatang.
Pada dasarnya, sistem facial recognition dirancang menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk melakukan pengenalan wajah dalam rekaman yang dikumpulkan dari 10.820 kamera CCTV di Kota Bucheon.Teknologi pengenalan wajahdapat melacak pergerakan orang yang terinfeksi Covid-19, berkontak erat dengan siapa, hingga apakah yang bersangkutan menggunakan masker atau tidak.
Baca juga:Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai Besok
Dalam penanganan Covid-19, sistem pengenalan wajah sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa negara lainnya, yakni di China, Rusia, India, Polandia, hingga Jepang. Namun, teknologi pengenalan wajah mendapat kritikan dari pihak oposisi Pemerintah Korea Selatan karena berpotensi melanggar ranah privasi penduduk.
"Benar-benar salah untuk memantau dan mengontrol publik melalui CCTV menggunakan uang pembayar pajak dan tanpa persetujuan dari publik," kata Park Dae Chul yang merupakan anggota Parlemen dari oposisi Pemerintah.
Meski demikian, kritik tersebut langsung ditepis oleh salah seorang pejabat di Bucheon. Ia memastikan target nonsubjek akan diberi filter mosaik sehingga dapat mengatasi masalah privasi yang dikhawatirkan.
"Tidak ada masalah privasi di sini karena sistem melacak pasien yang dikonfirmasi berdasarkan Undang-Undang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular. Pelacak kontak tetap berpegang pada aturan itu sehingga tidak ada risiko tumpahan data atau pelanggaran privasi," kata pejabat di Buncheon.
Pada dasarnya, sistem facial recognition dirancang menggunakan algoritma kecerdasan buatan untuk melakukan pengenalan wajah dalam rekaman yang dikumpulkan dari 10.820 kamera CCTV di Kota Bucheon.Teknologi pengenalan wajahdapat melacak pergerakan orang yang terinfeksi Covid-19, berkontak erat dengan siapa, hingga apakah yang bersangkutan menggunakan masker atau tidak.
Baca juga:Vaksinasi COVID-19 untuk Anak Usia 6-11 Tahun Dimulai Besok
Dalam penanganan Covid-19, sistem pengenalan wajah sebenarnya sudah dilakukan oleh beberapa negara lainnya, yakni di China, Rusia, India, Polandia, hingga Jepang. Namun, teknologi pengenalan wajah mendapat kritikan dari pihak oposisi Pemerintah Korea Selatan karena berpotensi melanggar ranah privasi penduduk.
"Benar-benar salah untuk memantau dan mengontrol publik melalui CCTV menggunakan uang pembayar pajak dan tanpa persetujuan dari publik," kata Park Dae Chul yang merupakan anggota Parlemen dari oposisi Pemerintah.
Meski demikian, kritik tersebut langsung ditepis oleh salah seorang pejabat di Bucheon. Ia memastikan target nonsubjek akan diberi filter mosaik sehingga dapat mengatasi masalah privasi yang dikhawatirkan.
"Tidak ada masalah privasi di sini karena sistem melacak pasien yang dikonfirmasi berdasarkan Undang-Undang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular. Pelacak kontak tetap berpegang pada aturan itu sehingga tidak ada risiko tumpahan data atau pelanggaran privasi," kata pejabat di Buncheon.