Dak Beton Bocor saat Musim Hujan, Apa Penyebabnya?
Muhammad rifai akif
Senin, 13 Desember 2021 - 15:07 WIB
Bocor di ruang tamu sebuah rumah. Foto: LANGIT7/iStock
Musim hujan akhir tahun sering jadi pekerjaan rumah sendiri bagi pemiliknya. Pasalnya, selain banjir, bocor akibat curah hujan yang tinggi pun sering dialami banyak orang. Meski atap sudah berdak beton, tak lantas terhindar dari kebocoran.
Dak beton merupakan komponen penting dalam konstruksi bangunan yang umumnya digunakan sebagai pembatas antarlantai pada rumah bertingkat, namun bisa juga digunakan sebagai atap.
Selain jadi tren belakangan ini, dak beton juga berfungsi memprcantik tampilan rumah. Meski begitu, perlu diperhatikan beberapa faktor yang bisa menyebabkan dak beton bocor saat air menggenang, terutama di musim hujan.
Baca juga: Masih Dingin, Perlukah Merawat AC di Musim Hujan?
Pengecoran beton yang tidak sempurna
Pengecoran beton yang tidak sempurna menjadi salah satu penyebab dak beton rumah Anda bocor. Hal itu biasanya disebabkan perbandingan campuran bahan yang tidak sesuai. Ada kalanya beton yang dicor bergumpal akibat daya alir yang kurang bagus sehingga beton tidak menutupi seluruh bidang pengecoran. Hal itu juga dapat menimbulkan rongga dalam coran bahkan berakibat beton keropos.
Hasil coran tidak memenuhi standar
Dak beton merupakan komponen penting dalam konstruksi bangunan yang umumnya digunakan sebagai pembatas antarlantai pada rumah bertingkat, namun bisa juga digunakan sebagai atap.
Selain jadi tren belakangan ini, dak beton juga berfungsi memprcantik tampilan rumah. Meski begitu, perlu diperhatikan beberapa faktor yang bisa menyebabkan dak beton bocor saat air menggenang, terutama di musim hujan.
Baca juga: Masih Dingin, Perlukah Merawat AC di Musim Hujan?
Pengecoran beton yang tidak sempurna
Pengecoran beton yang tidak sempurna menjadi salah satu penyebab dak beton rumah Anda bocor. Hal itu biasanya disebabkan perbandingan campuran bahan yang tidak sesuai. Ada kalanya beton yang dicor bergumpal akibat daya alir yang kurang bagus sehingga beton tidak menutupi seluruh bidang pengecoran. Hal itu juga dapat menimbulkan rongga dalam coran bahkan berakibat beton keropos.
Hasil coran tidak memenuhi standar