Pelaku Industri Pariwisata Masih Terkendala Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 13 Desember 2021 - 18:52 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno. (foto: Kemenparekraf)
Penerapan aplikasi PeduliLindungi pada industri pariwisata ternyata masih belum bisa dioptimalkan. Sebagian masalah dipicu karena beberapa daerah masih terkendala jaringan.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut kendala tersebut menyebabkan penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak optimal.
“Seperti pengunjung yang tidak memiliki handphone, ketika mau check-in berada di luar radius, jaringan internet pada beberapa tempat tidak support, data vaksin tidak masuk dalam akun PeduliLindungi sehingga hasil scan QR Code menjadi merah,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno sebagaimana dalam keterangan Weekly Press Briefing, Senin (13/12/2021).
Baca juga:Jelang Nataru, Kemenag Imbau Semua Pihak Jaga Kerukunan Umat Beragama
Selain itu disebut masih banyak pengunjung belum memiliki aplikasi PeduliLindungi dan kurangnya kesadaran mengenai pentingnya aplikasi PeduliLindungi.
Dampak dari kendala ini, lanjutnya, mengakibatkan antrian yang panjang dan pengunjung yang putar balik karena tidak bisa masuk destinasi wisata atau tempat tujuan tertentu yang perlu menggunakan aplikasi tersebut.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyebut kendala tersebut menyebabkan penerapan penggunaan aplikasi PeduliLindungi tidak optimal.
“Seperti pengunjung yang tidak memiliki handphone, ketika mau check-in berada di luar radius, jaringan internet pada beberapa tempat tidak support, data vaksin tidak masuk dalam akun PeduliLindungi sehingga hasil scan QR Code menjadi merah,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno sebagaimana dalam keterangan Weekly Press Briefing, Senin (13/12/2021).
Baca juga:Jelang Nataru, Kemenag Imbau Semua Pihak Jaga Kerukunan Umat Beragama
Selain itu disebut masih banyak pengunjung belum memiliki aplikasi PeduliLindungi dan kurangnya kesadaran mengenai pentingnya aplikasi PeduliLindungi.
Dampak dari kendala ini, lanjutnya, mengakibatkan antrian yang panjang dan pengunjung yang putar balik karena tidak bisa masuk destinasi wisata atau tempat tujuan tertentu yang perlu menggunakan aplikasi tersebut.