Tren Pariwisata Mulai Pulih, Pelancong Lirik Asuransi Perjalanan
Muhammad rifai akif
Senin, 13 Desember 2021 - 19:43 WIB
Seorang muslimah yang memegang koper perjalanan. Foto: LANGIT7/iStock
Industri pariwisata mulai memperlihatkan pemulihan. Hal ini terlihat dari naiknya animo masyarakat untuk bepergian.
Data Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mencatat kenaikan hingga 40% pada pemesanan perjalanan oleh wisatawan lokal atau dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum pembatasan mobilisasi dilonggarkan.
Namun, meski mulai pulih, tren pariwisata telah mengalami perubahan jika dibandingkan dengan sebelum pandemi COVID-19.
Baca juga: Klaim Asuransi Kendaraan Ditolak? Mungkin Ini Penyebabnya
Menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi, tren pariwisata telah berganti sejak pandemi COVID-19. Salah satunya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengedepankan aspek kualitas diatas kuantitas dalam sektor pariwisata, atau quality tourism dan bukan quantity tourism.
"Peningkatan protokol kesehatan dan asuransi menjadi jawaban akan hal tersebut. Asuransi berperan penting dalam keadaan apapun, sehingga perlu untuk mengembangkan asuransi perjalanan yang lengkap, baik untuk perjalanan individu maupun berkelompok.” tambahnya.
Dengan aspek keamanan kian menjadi prioritas, permintaan akan asuransi perjalanan dengan proteksi lebih pun ikut meningkat. Asuransi perjalanan dinilai memberikan rasa aman dan percaya diri dalam menghadapi risiko di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu.
Data Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) mencatat kenaikan hingga 40% pada pemesanan perjalanan oleh wisatawan lokal atau dua kali lipat dibandingkan dengan sebelum pembatasan mobilisasi dilonggarkan.
Namun, meski mulai pulih, tren pariwisata telah mengalami perubahan jika dibandingkan dengan sebelum pandemi COVID-19.
Baca juga: Klaim Asuransi Kendaraan Ditolak? Mungkin Ini Penyebabnya
Menurut Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedi, tren pariwisata telah berganti sejak pandemi COVID-19. Salah satunya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengedepankan aspek kualitas diatas kuantitas dalam sektor pariwisata, atau quality tourism dan bukan quantity tourism.
"Peningkatan protokol kesehatan dan asuransi menjadi jawaban akan hal tersebut. Asuransi berperan penting dalam keadaan apapun, sehingga perlu untuk mengembangkan asuransi perjalanan yang lengkap, baik untuk perjalanan individu maupun berkelompok.” tambahnya.
Dengan aspek keamanan kian menjadi prioritas, permintaan akan asuransi perjalanan dengan proteksi lebih pun ikut meningkat. Asuransi perjalanan dinilai memberikan rasa aman dan percaya diri dalam menghadapi risiko di tengah kondisi pandemi yang tidak menentu.