home global news

Israel Longgarkan Pembatasan Ekspor Pertanian di Jalur Gaza

Senin, 21 Juni 2021 - 11:35 WIB
Kondisi jalanan dan bangungan di Kawasan Al Rimal, Kota Gaza, akibat serangan udara zionis Israel pada 17 Mei 2021. Foto: Ali Jadallah/Anadolu Agency
Pemerintah Israel mengumumkan kebijakan melonggarkan pembatasan perdagangan dan perikanan di Jalur Gaza secara terbatas mulai Senin (21/6/2021). Hal tersebut dilakukan usai Israel mencapai gencatan senjata dengan Hamas setelah 11 hari pertempuranpada Mei lalu.

Badan Militer Israel yang mengelola urusan sipil di wilayah Palestina, Coordinator of Government Activities in the Territories (COGAT), menyatakan keputusantersebutmendapat persetujuan eselon politik. Akan tetapi, kebijakan yang diputuskan juga bergantung pada stabilitas keamanan terkini.

"Pemerintah Israel memutuskan memperluas zona penangkapan ikan di Jalur Gaza dari enam menjadi sembilan mil laut, dan (menyetujui) impor bahan mentah untuk pabrik-pabrik sipil penting,"demikian bunyi pernyataan pers COGAT seperti dilansir Times of Israel.

Hasil pertanian diizinkan diekspor ke Otoritas Palestina di Tepi Barat dan luar negeri. Namun, tekstil diizinkan masuk ke Israel menyusul permintaan khusus dari perusahaan tekstil yang bekerja sama dengan pemasok di Gaza. Barang-barang tersebut nantinya diperbolehkan melewati Kerem Shalom.

Sebelumnya, Israel mengontrol ketat Jalur Gaza yang dihuni sekitar dua juta warga Palestina usai bentrokan dengan Hamas Mei lalu. Konflik tersebut menewaskan sedikitnya 26 warga Palestina dan 13 warga Israel.

Pihak Israel kemudian melakukan pembatasan ketat dengan menghentikan ekspor dan membatasi area yang diizinkan untuk warga Palestina. Setidaknya satu pabrik di Jalur Gaza, Pepsi Gaza, ditutup karena pembatasan impor bahan mentah oleh Israel.
(asf)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
israel palestina jalur gaza cogat
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya