Pemberian Booster Vaksin COVID-19, Perlukah?
Muhammad rifai akif
Jum'at, 17 Desember 2021 - 07:07 WIB
Ilustrasi vaksin dosis ketiga. Foto: LANGIT7/iStock
Wacana pemberian vaksin booster atau tambahan kembali mengeruak. Hal ini seiring dengan pemberitaan munculnya beragam mutasi virus korona, seperti Delta dan Omicron. Selain itu juga adanya hasil studi yang menunjukkan kadar antibodi seseorang akan menurun usai divaksin COVID-19.
Mengutip dari laman Amari ITB, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan dosis booster merupakan dosis vaksin yang diberikan pada seseorang yang memiliki perlindungan yang cukup setelah vaksinasi, tetapi kemudian menurun setelah jangka waktu tertentu.
Baca juga: Vaksinasi dan Booster Bisa Minimalisir Penyebaran Omicron
Menjadi pertanyaan kemudian, apakah booster harus diberikan dengan vaksin yang sama? Dokter spesialis mikrobiologi klinik RSUI, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK mengiyakan.
"Untuk booster masih tetap banyak penelitian dilakukan. Yang sudah dilakukan di Singapura, booster secara massal. Kalau booster menggunakan jenis vaksin yang sama. Karena antibodi yang dipicu sesuai dengan vaksin yang diberikan di awal," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan, seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (16/12/2021).
Sedangkan terkait jeda pemberian vaksin booster, Ardiana melanjutkan, variatif karena tergantung dari jenis vaksin yang digunakan. Seperti di Singapura, misalnya dimana vaksin booster diberikan setelah 6 bulan dosis kedua.
"Sifatnya minimal. Kalau lebih dari 6 bulan harus mulai dari yang pertama? Saat ini kebijakannya belum seperti itu. Tetap diberikan dosis berikutnya walau sudah lewat," kata Ardiana.
Mengutip dari laman Amari ITB, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menjelaskan dosis booster merupakan dosis vaksin yang diberikan pada seseorang yang memiliki perlindungan yang cukup setelah vaksinasi, tetapi kemudian menurun setelah jangka waktu tertentu.
Baca juga: Vaksinasi dan Booster Bisa Minimalisir Penyebaran Omicron
Menjadi pertanyaan kemudian, apakah booster harus diberikan dengan vaksin yang sama? Dokter spesialis mikrobiologi klinik RSUI, dr. Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK mengiyakan.
"Untuk booster masih tetap banyak penelitian dilakukan. Yang sudah dilakukan di Singapura, booster secara massal. Kalau booster menggunakan jenis vaksin yang sama. Karena antibodi yang dipicu sesuai dengan vaksin yang diberikan di awal," kata dia dalam sebuah webinar kesehatan, seperti dikutip dari Antaranews, Jumat (16/12/2021).
Sedangkan terkait jeda pemberian vaksin booster, Ardiana melanjutkan, variatif karena tergantung dari jenis vaksin yang digunakan. Seperti di Singapura, misalnya dimana vaksin booster diberikan setelah 6 bulan dosis kedua.
"Sifatnya minimal. Kalau lebih dari 6 bulan harus mulai dari yang pertama? Saat ini kebijakannya belum seperti itu. Tetap diberikan dosis berikutnya walau sudah lewat," kata Ardiana.