Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

Vaksinasi dan Booster Bisa Minimalisir Penyebaran Omicron

muhammad rifai akif Rabu, 08 Desember 2021 - 14:00 WIB
Vaksinasi dan Booster Bisa Minimalisir Penyebaran Omicron
Varian baru COVID-19, Omicron. Foto: LANGIT7/iStock
LANGIT7.ID - , Jakarta - Ramai diperbincangkan, varian baru virus Corona, Omicron membuat masyarakat dunia menjadi was-was. Kendati belum resmi dilaporkan masuk ke Indonesia, namun laporan adanya varian ini di Singapura membuat kekhawatiran menjadi semakin berlebih.

Lalu seperti apa lebih jelasnya varian ini? Para ilmuwan sedang bekerja keras untuk mengkaji agar segera mendapatkan hasil terkait seperti apa varian baru yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan ini.

Para ilmuwan di Institut Penelitian Kesehatan Afrika di Afrika Selatan menguji darah 12 orang yang divaksinasi dengan suntikan yang dikembangkan oleh Pfizer Inc. dan BioNTech SA Jerman terhadap varian Omicron, untuk menentukan seberapa efektif vaksin tersebut menetralkan virus ini.

Baca juga: Reisa Broto: Pola Makan Gizi Seimbang Bantu Perangi Omicron

Mereka menemukan vaksin tersebut menghasilkan seperempat puluh antibodi penangkal infeksi terhadap Omicron dibandingkan dengan kinerjanya terhadap versi asli virus tersebut. Itu adalah pengurangan yang besar tetapi tidak berarti varian tersebut dapat lolos dari vaksin sepenuhnya, kata Alex Sigal, ahli virus yang memimpin penelitian tersebut, seperti dikutip dari Wall Street Journal, Rabu (8/12/2021).

“Vaksin mendapat pukulan tetapi ini bukan permainan bola yang sama sekali berbeda,” katanya melalui panggilan video dengan wartawan.

Dia mengatakan temuan ini awal dan perkiraan efektivitas dapat berubah karena lebih banyak data tersedia. Eksperimen timnya tidak mempelajari jenis respons imun lain yang menurut para ilmuwan sangat penting dalam menentukan potensi keseluruhan vaksin melawan penyakit.

Hasilnya, pejabat pemerintah dan ilmuwan mengatakan bahwa Omicron tinggal beberapa minggu lagi untuk menjadi strain dominan di beberapa bagian Eropa. Bukti lain dari Inggris dan Norwegia menunjukkan bahwa vaksin dapat menawarkan perlindungan yang signifikan terhadap penyakit parah dari varian tersebut.

Bukti ini kemungkinan akan memperkuat upaya pemerintah untuk memperluas cakupan vaksinasi dan menawarkan suntikan booster.

“Pelarian varian ini kuat, luas. Tapi belum lengkap,” kata Sigal. "Kami menemukan peserta studi yang divaksinasi lengkap dan sebelumnya telah terinfeksi Covid-19 menunjukkan respons antibodi yang lebih besar terhadap Omicron. Booster harus membantu mereka yang belum terinfeksi," tambahnya.

“Orang yang belum mendapat booster harus mendapatkannya, dan orang yang sebelumnya terinfeksi harus divaksinasi,” katanya.

Baca juga: Waspada Varian Omicron, Pemerintah Dorong Vaksinasi bagi Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Varian ini telah memicu penutupan perbatasan di seluruh dunia menjelang Natal dan tahun baru. Varian ini juga memicu kecemasan baru tentang seberapa cepat dunia akan dapat menghentikan pandemi.

Omicron telah terdeteksi di 19 negara bagian AS sejauh ini, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Rochelle Walensky mengatakan Selasa, dan badan tersebut memperkirakan jumlah itu akan meningkat.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)