home global news

Lockdown, Idul Adha di Australia Terasa Sunyi

Selasa, 20 Juli 2021 - 20:12 WIB
Haidir Fitra Siagian warga Indonesia yang kini tingga di Keiravilla, NSW, Australia. Foto: istimewa
Ada perbedaan yang sangat mencolok pelaksanaan salat Idul Adha tahun lalu dan tahun ini khususnya di Wollongong, New South Wales, Australia. Tahun lalu suasananya cukup menggembirakan dan sahdu, karena dapat berinteraksi dengan umat Islam dari berbagai komunitas, terutama dari Asia Selatan dan Timur Tengah. Terasa hangatnya persaudaraan sesama umat Islam. Memang kehangatan akan lebih memiliki makna yang lebih tinggi jika bersama-sama berada di daerah minoritas.

Pada saat salat Idul Fitri dan Idul Adha tahun 2020 lalu, suasana kota Wollongong masih dalam pembatasan pergerakan warga oleh Pemerintah Australia terkait dengan pencegahan penularan Covid-19. Menjelang pelaksanaan salat Idul Fitri kala itu, pembatasan pergerakan warga sudah mulai dilonggarkan. Jika beberapa bulan sebelumnya, tidak boleh bertamu, maka pada saat Idul Fitri sudah bisa bertamu maksimal lima orang.

Sehingga saat itu, kami mengundang beberapa teman warga Indonesia, terutama yang tidak membawa keluarga, untuk melaksanakan salat Id bersama di rumah kami. Sedangkan masjid dan gedung, masih belum dibuka. Kemudian pada saat salat Idul Adha, pembatasan semakin dilonggarkan. Yakni, boleh melaksanakan salat Idul Adha di tempat terbuka dengan maksimal peserta adalah dua puluh orang. Sehingga kami warga Indonesia melaksanakan salat Idul Adha bersama beberapa pelajar dan keluarganya di halaman rumah teman.

Seiring dengan perkembangan Covid-19 yang semakin menurun di Australia, pembatasan yang sudah berlangsung selama satu tahun, pada sekitar bulan April 2021 lalu, sudah sangat longgar. Bahkan keadaan sudah dianggap normal menjelang Ramadhan lalu. Sehingga mulai dari salat Jumat dan salat berjamaah di masjid sudah dibolehkan, bahkan dalam keadaan saf yang rapat seperti biasa, tidak ada perenggangan jarak satu setengah meter. Buka puasa di masjid-masjid pun sudah ramai.

Namun keadaan berubah total menjelang Idul Adha 1442 H ini. Tiga minggu lalu, pemerintah Negara Bagian News South Wales, mengumumkan pembatasan pergerakan warga (lockdown) hampir total. Sehingga kami hanya boleh melaksanakan salat Id di rumah saja. Tidak boleh mengundang orang lain. Saya bertindak sebagai imam dan khatib. Jamaahnya hanya empat orang, istri dan anak-anak saja.

Pengetatan ini disebab ditemukannya beberapa warga yang positif covid yang sulit dideteksi keberadannya. Awalnya pemerintah hanya mengalokasikan waktu selama dua minggu, namun diperpanjang satu minggu. Lalu diperpanjang lagi hingga akhir bulan Juli ini. Kemungkinan diperpanjang hingga memasuki bulan Agustus, sudah terasa. Sebab saat ini, meskipun jumlah warga yang positif Covid-19 cenderung turun, tetapi masih di atas angka yang mengkhawatirkan.

Data perkembangan covid-19 yang diumumkan pemerintah New South Wales per hari ini, yang positif adalah sebanyak 79 kasus. Kemarin dulu sempat mencapai lebih dari 100 kasus. Total kasus yang positif sejak covid merebak tahun lalu hingga sekarang di seluruh NSW adalah hampir tujuh ribu orang dan yang meninggal dunia sebanyak 61 orang. Data-data ini setiap hari diumumkan oleh pemerintah melalui berbagai media, baik media cetak, media elektronik dan media sosial.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
covid-19 idul adha australia lockdown
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya