home masjid

Qurban Simbol Ketulusan untuk Mengatasi Pandemi Covid-19

Rabu, 21 Juli 2021 - 05:50 WIB
Perayaan Idul Adha. Foto: Istimewa
Tokoh masyarakat dan ulama diminta proaktif mengedukasi rakyat agar memahami kebijakan yang diterapkan pemerintah menghadapi pandemi Covid-19. Terlebih di kala ummat Islam merayakan Idul Adha pada saat pandemi, dapat dijadikan simbol kebersamaan dan ketulusan antarummat. Hari raya qurban adalah simbol ketulusan untuk mengatasi pandemi.

"Saya juga berharap bahwa tokoh masyarakat dan agama di DKI Jakarta untuk tidak mengeluarkan pandangan yang memicu adanya sikap acuh tak acuh dari masyarakat terhadap bahaya pandemi ini,” kata Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta KH Samsul Ma’arif di Jakarta, Selasa (20/7/2021).

Dia mengatakan, kebersamaan dan ketulusan sangat penting dipegang teguh setiap individu dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi pada saat ini kondisi wabah Covid-19 menghambat kegiatan masyarakat umum. Menurut dia, ada dua simbol penting pada perayaan Idul Adha saat ini.

Pertama, simbol kebersamaan bahwa manusia semuanya sama, tidak ada yang lebih hebat. Sebagai simbol kebersamaan manusia tidak boleh sombong sehingga sifat egois harus dihilangkan. Kedua, simbol qurban menandakan ketulusan. Simbol ini harus diaktualisasikan secara nyata dalam menghadapi pandemi.

Samsul mengatakan, pandemi Covid-19 sebagai momen introspeksi diri sehingga tidak perlu adanya rasa pesimis terhadap kondisi sekarang. Dia meyakini bila wabah Covid-19 berlalu, masyarakat akan makmur dan sejahtera. "Untuk sementara memang tidak enak, tapi yakinlah bahwa suatu saat nanti kita akan menikmati hasilnya,” ujar dia. Sumber: Antaranews.com
(jak)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
qurban idul adha pandemi covid-19 covid-19 ulama
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya