Gernas Bangga Buatan Indonesia, Mengapa UMKM Harus Go Digital?
Fajar adhitya
Senin, 21 Juni 2021 - 11:25 WIB
Wakil Presiden KH Maruf Amin saat menghadiri Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di Jakarta. Foto: Kominfo
Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memperluas pasarnya lewat platform digital. Dengan demikian, akan tercipta industri, kreasi dan inovasi baru serta pasar yang lebih besar.
“Pemasaran produk UMKM secara online diharapkan mampu menciptakan multiplier effects yang memberikan manfaat lebih besar dan lebih luas lagi bagi para pelaku UMKM," katanya saat menghadiri Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara daring dari Kediaman Resmi Wakil Presiden di Jl. Diponegoro No.2, Jakarta, Jumat minggu ketiga Juni 2021.
Wapres berharap, UMKM mampu menyumbang pada meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian nasional. Ma’ruf menekankan Pemerintah tetap berkomitmen mengutamakan produk lokal UMKM dengan mewajibkan alokasi 40 persen bagi UMKM, dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), bertujuan mendorong national branding produk lokal unggulan. Gernas BBI pada tahun 2020, berhasil mengikutsertakan 3,7 juta unit UMKM bergabung dengan platform daring untuk memasarkan produknya.
Selain itu, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian ekonomi nasional, Wapres menambahkan, melalui Gernas BBI, pemerintah menekankan pentingnya penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Gernas BBI juga diarahkan untuk mempersiapkan transformasi ekonomi menuju digitalisasi.
Maka dari itu penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi menjadi hal paling mendasar dan mutlak untuk dipenuhi. Pemerintah menargetkan pada tahun 2023, internet dapat dinikmati seluruh wilayah Indonesia.
“Melalui Proyek Strategis Nasional, dengan membangun jaringan backbone fiber optic Palapa Ring, dan Proyek Satelit Multifungsi Pemerintah. Diharapkan pada tahun 2023, seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau internet,” ucapnya.
“Pemasaran produk UMKM secara online diharapkan mampu menciptakan multiplier effects yang memberikan manfaat lebih besar dan lebih luas lagi bagi para pelaku UMKM," katanya saat menghadiri Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara daring dari Kediaman Resmi Wakil Presiden di Jl. Diponegoro No.2, Jakarta, Jumat minggu ketiga Juni 2021.
Wapres berharap, UMKM mampu menyumbang pada meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian nasional. Ma’ruf menekankan Pemerintah tetap berkomitmen mengutamakan produk lokal UMKM dengan mewajibkan alokasi 40 persen bagi UMKM, dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), bertujuan mendorong national branding produk lokal unggulan. Gernas BBI pada tahun 2020, berhasil mengikutsertakan 3,7 juta unit UMKM bergabung dengan platform daring untuk memasarkan produknya.
Selain itu, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian ekonomi nasional, Wapres menambahkan, melalui Gernas BBI, pemerintah menekankan pentingnya penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Gernas BBI juga diarahkan untuk mempersiapkan transformasi ekonomi menuju digitalisasi.
Maka dari itu penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi menjadi hal paling mendasar dan mutlak untuk dipenuhi. Pemerintah menargetkan pada tahun 2023, internet dapat dinikmati seluruh wilayah Indonesia.
“Melalui Proyek Strategis Nasional, dengan membangun jaringan backbone fiber optic Palapa Ring, dan Proyek Satelit Multifungsi Pemerintah. Diharapkan pada tahun 2023, seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau internet,” ucapnya.