LANGIT7.ID, Jakarta - Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memperluas pasarnya lewat
platform digital. Dengan demikian, akan tercipta industri, kreasi dan inovasi baru serta pasar yang lebih besar.
“Pemasaran produk UMKM secara online diharapkan mampu menciptakan
multiplier effects yang memberikan manfaat lebih besar dan lebih luas lagi bagi para pelaku UMKM," katanya saat menghadiri Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia secara daring dari Kediaman Resmi Wakil Presiden di Jl. Diponegoro No.2, Jakarta, Jumat minggu ketiga Juni 2021.
Wapres berharap, UMKM mampu menyumbang pada meningkatkan kesejahteraan serta perekonomian nasional. Ma’ruf menekankan Pemerintah tetap berkomitmen mengutamakan produk lokal UMKM dengan mewajibkan alokasi 40 persen bagi UMKM, dalam kegiatan pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), bertujuan mendorong
national branding produk lokal unggulan. Gernas BBI pada tahun 2020, berhasil mengikutsertakan 3,7 juta unit UMKM bergabung dengan
platform daring untuk memasarkan produknya.
Selain itu, mendorong pertumbuhan ekonomi dan kemandirian ekonomi nasional, Wapres menambahkan, melalui Gernas BBI, pemerintah menekankan pentingnya penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Gernas BBI juga diarahkan untuk mempersiapkan transformasi ekonomi menuju digitalisasi.
Maka dari itu penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan informasi menjadi hal paling mendasar dan mutlak untuk dipenuhi. Pemerintah menargetkan pada tahun 2023, internet dapat dinikmati seluruh wilayah Indonesia.
“Melalui Proyek Strategis Nasional, dengan membangun jaringan
backbone fiber optic Palapa Ring, dan Proyek Satelit Multifungsi Pemerintah. Diharapkan pada tahun 2023, seluruh wilayah Indonesia sudah terjangkau internet,” ucapnya.
Dengan adanya jaringan koneksi internet di seluruh wilayah Indonesia, didukung dengan digitalisasi pemasaran, Wapres berharap produk lokal mampu menembus pasar nasional dan bahkan pasar global.
“Dalam era digital ini, UMKM juga harus memanfaatkan
platform digital termasuk media sosial untuk mendukung perkembangan usahanya, serta mempermudah akses pada pembiayaan, distribusi dan pemasaran produknya,” tegas Wapres.
“Dengan mengucapkan Bismillahirahmanirahiim, secara resmi Acara Puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia “Kilau Digital Permata Flobamora” saya nyatakan dibuka,” ucap Wapres.
“Saya berharap, kegiatan ini dapat memberikan hasil yang nyata guna mendukung pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi, dan mendukung pemulihan pariwisata nasional, khususnya Destinasi Super Prioritas Labuan Bajo, NTT,“ harapnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan agar target 30 Juta dari 64 juta UMKM yang ada di Indonesia dapat terdigitalisasi pada akhir tahun 2023. Menurutnya hal tersebut dapat tercapai dengan berkolaborasi, bekerja bersama-sama antara UMKM, pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
“Mari kita dorong UMKM Go Digital menggunakan sistem pembayaran Qris (QR Code Indonesian Standard) sekaligus masuk pasar
e-commerce,” tambahnya.
Sementara Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan, kementerian telah membentuk Forum Ekonomi Digital Kominfo yang berkomitmen agar UMKM Indonesia menjadi tuan rumah di pasar domestik, dan juga harus mengisi ruang digital terlebih dahulu.
“UMKM dan Ultra Mikro Indonesia jumlahnya sangat besar, 64 juta menjadi penopang 60% dari GDP (Gross Domestic Product) nasional kita, menjadi tugas kita untuk mengangkat, untuk me-
leverage UMKM nasional kita agar lebih berdaya,” ungkapnya.
Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga S. Uno.
Kemudian, Menteri Desa, PDTT RI Abdul Halim Iskandar, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat Viktor Bungtilu Laiskodat, Direktur Strategic Portfolio Telkom Indonesia Budi Setiawan Wijaya, Executive Vice President Area Telkomsel Andri Wibawanto, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Anggota DPR RI Ahmad Johan, Ketua Umum Idea Bima Laga, dan Para Pimpinan Marketplace.
(zul)