Australia Tolak Terapkan Lockdown Ditengah Ancaman Omicron
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 23 Desember 2021 - 12:05 WIB
Ilustrasi penerapan karantina wilayah (lockdown). (Foto: Langit7.id/iStock)
Pemerintah Australia memastikan tidak akan memberlakukan karantina wilayah (lockdown) di negaranya meski ditengah ancaman Covid-19 varian Omicron. Beberapa pelonggaran mulai dilakukan mengingat tingkat vaksinasi yang sudah mencapai 80 persen.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison sangat yakin jika rumah sakit yang ada di negaranya mampu menangani lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu varian Omicron. Bahkan ketika lonjakan infeksi harian mencapai rekor, jumlah orang yang dirawat di rumah sakit serta yang meninggal di Australia tetap rendah dibandingkan pada saat gelombang varian Delta melanda.
Baca juga:Risiko Rawat Inap Dampak Omicron Lebih Rendah Dibanding Delta
"Meski ada peningkatan kasus, rumah-rumah sakit dan sistem kesehatan masih kuat. Tapi, tentunya mereka akan diuji," kata Morrison kepada para wartawan di Canberra setelah menggelar sidang darurat Kabinet, seperti dikutip Kamis (23/12).
Australia saat ini sedang bergulat menangani varian Omicron yang lebih mudah menyebar di saat aturan-aturan pembatasan dilonggarkan menjelang liburan Natal. Pelonggaran dilakukan setelah tingkat vaksinasi yang lebih tinggi sudah tercapai. Namun, Morrison menegaskan lockdown tidak akan lagi diterapkan.
"Masyarakat Australia sudah bekerja sangat keras agar dapat merayakan Natal bersama-sama dan kami ingin melindungi itu. Salah satu yang kami setujui hari ini adalah kita tidak akan kembali menerapkan lockdown. Kita tidak akan kembali ke lockdown," jelasnya.
"Pencegahan penyebaran virus tersebut merupakan kewajiban pribadi masing-masing warga. Orang-orang tidak akan diwajibkan mengenakan masker di dalam ruangan, walaupun mereka sangat disarankan untuk melakukannya," ujarnya.
Perdana Menteri Australia, Scott Morrison sangat yakin jika rumah sakit yang ada di negaranya mampu menangani lonjakan kasus Covid-19 yang dipicu varian Omicron. Bahkan ketika lonjakan infeksi harian mencapai rekor, jumlah orang yang dirawat di rumah sakit serta yang meninggal di Australia tetap rendah dibandingkan pada saat gelombang varian Delta melanda.
Baca juga:Risiko Rawat Inap Dampak Omicron Lebih Rendah Dibanding Delta
"Meski ada peningkatan kasus, rumah-rumah sakit dan sistem kesehatan masih kuat. Tapi, tentunya mereka akan diuji," kata Morrison kepada para wartawan di Canberra setelah menggelar sidang darurat Kabinet, seperti dikutip Kamis (23/12).
Australia saat ini sedang bergulat menangani varian Omicron yang lebih mudah menyebar di saat aturan-aturan pembatasan dilonggarkan menjelang liburan Natal. Pelonggaran dilakukan setelah tingkat vaksinasi yang lebih tinggi sudah tercapai. Namun, Morrison menegaskan lockdown tidak akan lagi diterapkan.
"Masyarakat Australia sudah bekerja sangat keras agar dapat merayakan Natal bersama-sama dan kami ingin melindungi itu. Salah satu yang kami setujui hari ini adalah kita tidak akan kembali menerapkan lockdown. Kita tidak akan kembali ke lockdown," jelasnya.
"Pencegahan penyebaran virus tersebut merupakan kewajiban pribadi masing-masing warga. Orang-orang tidak akan diwajibkan mengenakan masker di dalam ruangan, walaupun mereka sangat disarankan untuk melakukannya," ujarnya.