home edukasi & pesantren

Pendidikan Menurut Al-Ghazali: Ilmu Agama dan Keterampilan Dunia Harus Saling Melengkapi

Rabu, 22 Desember 2021 - 15:03 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Pakar Sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari, menjelaskan konsep kurikulum pendidikan dalam Islam menurut Imam Al-Ghazali. Berdasarkan pemikiran Al-Ghazali, tujuan kurikulum harus mengacu pada tujuan pokok pendidikan Islam, yakni kedekatan diri kepada Allah dan kebahagiaan dunia akhirat. Ilmu merupakan satu kesatuan (terintegrasi) menuju sasaran yang sama.

“Al-Ghazali mengatakan bahwa kurikulum adalah sebuah konstruk yang komprehensif, ilmu-ilmu agama dan keterampilan duniawi saling melengkapi,” kata Ustadz Asep Sobari, dikutip kanal youtube Islamic Lifestyle, Kamis (23/12/2021).

Jika seorang pelajar hanya menukil ilmu-ilmu alam dan nadzar (nalar) seperti kalam, kedokteran, puisi, astronomi, nahwu dan sharaf, tanpa mempelajari ilmu agama maka dia menyia-nyiakan umur dalam hal-hal yang tidak bermanfaat baginya di akhirat.

Namun bila sebaliknya, hanya menekuni ilmu agama saja, maka dia tidak akan mengerti agama selain kulit atau sisi-sisi parsial saja tanpa memahami esensi dan hakikat ilmu. Maka diperlukan komprehensifitas. Ilmu-ilmu syariah tidak akan dicapai tanpa ilmu akal. Ilmu akal berfungsi seperti obat untuk kesehatan, sementara ilmu syariah ibarat makanan.

Perumpamaan ini bisa dipahami melalui pernyataan Nabi Ibrahim dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 80, “Ketika saya sakit, maka Allah yang akan menyembuhkan.”



Baca Juga: Rektor Unida Gontor: Rusaknya Ilmu karena Terpisah dari Iman
Berita Lainnya