Penanganan Korban Terdampak Erupsi Semeru Masuk Tahap Pemulihan
Garry Talentedo Kesawa
Senin, 27 Desember 2021 - 04:10 WIB
Rumah warga terdampak erupsi Gunung Semeru. (foto: indonesiacare)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan penanganan bencana Gunung Semeru kini memasuki masa transisi dari darurat ke pemulihan.
Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat telah berakhir pada 24 Desember 2021 dan berlanjut pada fase transisi menuju pemulihan.
"Salah satu prioritas pada fase ini adalah melakukan percepatan relokasi warga ke hunian sementara (huntara)," tegas Abdul Muhari dalam rilis yang dikutip, Minggu (26/12/2021).
Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Erupsi Semeru per Sabtu (25/12) pukul 18.00 WIB, tercatat total rumah rusak mencapai 1.027 unit.
Baca juga:Tiga Pekan Pascaerupsi, Warga Semeru Masih Trauma
Rumah rusak tersebut tersebar di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan rincian rusak berat 505 unit. Sedangkan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, rumah rusak berat ada sebanyak 85 unit dan rusak sedang 437 unit.
Sementara untuk total warga mengungsi pada Sabtu (25/12), terdapat sebanyak 9.417 jiwa yang tersebar di 402 titik.
Plt. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan perpanjangan masa tanggap darurat telah berakhir pada 24 Desember 2021 dan berlanjut pada fase transisi menuju pemulihan.
"Salah satu prioritas pada fase ini adalah melakukan percepatan relokasi warga ke hunian sementara (huntara)," tegas Abdul Muhari dalam rilis yang dikutip, Minggu (26/12/2021).
Berdasarkan data Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Erupsi Semeru per Sabtu (25/12) pukul 18.00 WIB, tercatat total rumah rusak mencapai 1.027 unit.
Baca juga:Tiga Pekan Pascaerupsi, Warga Semeru Masih Trauma
Rumah rusak tersebut tersebar di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, dengan rincian rusak berat 505 unit. Sedangkan di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, rumah rusak berat ada sebanyak 85 unit dan rusak sedang 437 unit.
Sementara untuk total warga mengungsi pada Sabtu (25/12), terdapat sebanyak 9.417 jiwa yang tersebar di 402 titik.