MUI Imbau Distribusi Daging Qurban Jangkau Saudara Muslim Terpapar Covid-19
Ilham anugrah
Rabu, 21 Juli 2021 - 15:33 WIB
Ilustrasi daging kurban. Foto: bincangsyariah.com
Hari Raya Idul Adha tahun ini bertetapan dengan penerapan PPKM Darurat di sejumlah daerah RI. Pembagian daging kurban sampai saat ini masih dilakukan lembaga pemerintah, amil zakat, maupun swadaya masyarakat.
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan mengimbau, agar pendistribusian daging qurban diperluas jangakauannya ke masyarakat yang terpapar Covid-19.Tentunya, kata dia, juga dibagikan ke mereka yang terdampak ekonomi karena pandemi Covid-19 varian delta dan PPKM Darurat.
"Sehingga kita bisa bersama-sama bebas dari Covid-19 untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Semua kekuatan bangsa harus menggunakan momentum tersebut agar Indonesia segera bebas dari pandemi Covid 19," kataAmirsyah dalam keterangan pers yang diterima Langit7.id, Rabu (21/7/2021).
Dia menambahkan, di masa pandemi Covid-19, masyarakat harus senang menolong orang yang menderita dan menjadikan momentum kebaikan mengurangi beban ummat. "Saya mengimbau ini dapat menjadi momentum dalam mengurangi beban penderitaan umat dan bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19," ungkapnya.
Buya Amirsyah menuturkan, penyembelihan hewan qurban merupakan ibadah dua dimensi. Di sisi vertikal untuk mendekatkan diri kepada Allah. "Sedangkan, sisi horizontal, yaitu dengan meningkatkan kepedulian kepada sesama untuk saling membantu melalui penyebaran daging kurban. Apalagi saat PPKM Darurat ini, pastinya menimbulkan kemiskinan baru," ungkapnya.
Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Buya Amirsyah Tambunan mengimbau, agar pendistribusian daging qurban diperluas jangakauannya ke masyarakat yang terpapar Covid-19.Tentunya, kata dia, juga dibagikan ke mereka yang terdampak ekonomi karena pandemi Covid-19 varian delta dan PPKM Darurat.
"Sehingga kita bisa bersama-sama bebas dari Covid-19 untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Semua kekuatan bangsa harus menggunakan momentum tersebut agar Indonesia segera bebas dari pandemi Covid 19," kataAmirsyah dalam keterangan pers yang diterima Langit7.id, Rabu (21/7/2021).
Dia menambahkan, di masa pandemi Covid-19, masyarakat harus senang menolong orang yang menderita dan menjadikan momentum kebaikan mengurangi beban ummat. "Saya mengimbau ini dapat menjadi momentum dalam mengurangi beban penderitaan umat dan bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19," ungkapnya.
Buya Amirsyah menuturkan, penyembelihan hewan qurban merupakan ibadah dua dimensi. Di sisi vertikal untuk mendekatkan diri kepada Allah. "Sedangkan, sisi horizontal, yaitu dengan meningkatkan kepedulian kepada sesama untuk saling membantu melalui penyebaran daging kurban. Apalagi saat PPKM Darurat ini, pastinya menimbulkan kemiskinan baru," ungkapnya.
(asf)