home global news

Mahasiswa UMM Ciptakan Radar Pelacak Benda untuk Amankan ZEE Laut Indonesia

Rabu, 21 Juli 2021 - 18:58 WIB
Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Kreatifitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) membuat radar pelacak benda untuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di laut. Foto: Dok Muhammadiyah
Tim Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Kreatifitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) membuat radar pelacak benda untuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di laut. Penemuan tersebut berawal dari keprihatinan terhadap penangkapan ikan ilegal oleh nelayan asing di zona laut Indonesia.

PKM berjudul Implementasi Teknologi Internet of Think (IoT) Berbasis Radar Sebagai Pendeteksi Illegal Fishing di Zona Ekonomi Eksklusif lolos pendanaan Direktorat Jendral Perguruan Tinggi (Dikti) pada Mei 2021. Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam penemuan tersebut antara lain Awwaludin Rasyid Al-Malik, Atha Caesarda Rafi Naufal, Zidni Ilman Nafian, Bagus Setyawan dan Rafiqa Nur Pratiwi.

Radar pendeteksitersebut dilengkapi dengan fitur canggih dengan pemanfaatan panel surya sebagai sumber daya listrik. Radar itu juga mampu bertahan selama 4-6 hari meskipun matahari jarang menyinari. Sistem radar pelacak juga bisa mendeteksi benda di permukaan bahkan di dalam laut. Salah satunya adalah kapal besertabenda-bendayang ada di dalamnya.

Ketua kelompok, Awwal menjelaskan, rancangan radar pelacak itu merupakan buah dari implementasi Technology of Think. Pembuatan radar itu juga guna menjaga laut Indonesia dari illegal fishing atau benda asing, seperti drone, yang masuk ke zona laut Indonesia.

"Kejadian illegal fishing dan juga bebasnya drone asing di lautan Indonesia membuat kami berinisiatif menciptakan radar pelacak benda ini,” ujar Awwal, dikutip dari laman Muhammadiyah, Rabu (21/7/2021).

Alat yang berada pada tahap perancangan 50 persen itu diharapkan bisa membantu menjaga kemanaan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Laut Indonesia. Awwal berharap alat ini bisa dikembangkan lebih lanjut sehingga pengawasan laut Indonesia bisa dilakukan dengan lebih efektif.

"Tentu kami ingin agar nantinya radar pelacak ini bisa digunakan oleh pemerintah atau bahkan militer dalam usaha menjaga zona laut yang dimiliki oleh Indonesia," ucap Awwal.
(asf)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
teknologi universitas muhammadiyah malang zee illegal fishing
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya