Presiden Jokowi: Tren Penurunan Kasus Covid-19 Harus Dijaga
Muhajirin
Senin, 03 Januari 2022 - 12:42 WIB
Presiden Joko Widodo (Dok Biro Setpres)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau, seluruh pihak tetap menjaga tren penurunan jumlah kasus positif wabah global COVID-19 yang sudah dicapai oleh berbagai wilayah di tanah air. Sehingga, wabah ini dapat dikendalikan seterusnya secara berkelanjutan.
"Inilah yang harus kita syukuri dan kita jaga," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2022 di Jakarta, melansir infopublik, Senin (3/1/2022).
Kondisi saat ini, rata-rata kasus harian di dalam negeri mencapai 174 kasus positif per hari. Angka ini menjadi pencapaian pemerintah dalam beberapa bulan belakangan dalam melakukan penanganan pandemi secara efektif.
Dibandingkan pada Juli 2021, jumlah kasus positif COVID-19 bisa mencapai ke 56 ribu dalam satu hari yang diakumulasi dari berbagai wilayah. "Alhamdulillah pada 2 Januari 2022, dari 56 ribu di pertengahan Juli 2021, kemarin berada di angka 174 kasus per hari," imbuh Jokowi.
Meski begitu, Presiden tetap bersyukur, jumlah masyarakat yang terinfeksi pandemi di tanah air hanya berkisar antara 1,6 persen dari jumlah populasi atau setara dengan sekitar 4,26 juta masyarakat. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati peringkat 147 dari 220 negara paling banyak terinfeksi wabah global COVID-19.
Indonesia lebih baik dibandingkan dengan negara Amerika Serikat (AS) yang sebanyak 16,8 persen penduduknya terkena wabah COVID-19, Brazil yang penduduknya sebanyak 10,5 persen yang terkena dari virus ini, Rusia yang sebanyak 7,2 persen penduduknya terkena, dan India yang sebanyak 2,5 persen penduduknya terinfeksi wabah ini.
"Kita juga patut bersyukur bahwa negara kita kalau dihitung dari jumlah total populasi berada di angka 1,6 persen," imbuhnya.
"Inilah yang harus kita syukuri dan kita jaga," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2022 di Jakarta, melansir infopublik, Senin (3/1/2022).
Kondisi saat ini, rata-rata kasus harian di dalam negeri mencapai 174 kasus positif per hari. Angka ini menjadi pencapaian pemerintah dalam beberapa bulan belakangan dalam melakukan penanganan pandemi secara efektif.
Dibandingkan pada Juli 2021, jumlah kasus positif COVID-19 bisa mencapai ke 56 ribu dalam satu hari yang diakumulasi dari berbagai wilayah. "Alhamdulillah pada 2 Januari 2022, dari 56 ribu di pertengahan Juli 2021, kemarin berada di angka 174 kasus per hari," imbuh Jokowi.
Meski begitu, Presiden tetap bersyukur, jumlah masyarakat yang terinfeksi pandemi di tanah air hanya berkisar antara 1,6 persen dari jumlah populasi atau setara dengan sekitar 4,26 juta masyarakat. Dengan jumlah tersebut, Indonesia menempati peringkat 147 dari 220 negara paling banyak terinfeksi wabah global COVID-19.
Indonesia lebih baik dibandingkan dengan negara Amerika Serikat (AS) yang sebanyak 16,8 persen penduduknya terkena wabah COVID-19, Brazil yang penduduknya sebanyak 10,5 persen yang terkena dari virus ini, Rusia yang sebanyak 7,2 persen penduduknya terkena, dan India yang sebanyak 2,5 persen penduduknya terinfeksi wabah ini.
"Kita juga patut bersyukur bahwa negara kita kalau dihitung dari jumlah total populasi berada di angka 1,6 persen," imbuhnya.