Pasien Covid-19, Lakukan Teknik Pernapasan Ini untuk Kembalikan Fungsi Paru
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 04 Januari 2022 - 09:00 WIB
Latihan pernapasan dapat membantu paru-paru bekerja lebih efisien. Foto: LANGIT7/iStock
Latihan pernapasan dapat membantu paru-paru bekerja lebih efisien. Selain itu, dengan latihan pernapasan bermanfaat mengurangi dampak COVID, selama, sebelum atau setelah terkonfirmasi positif.
Menurut sebuah studi tahun 2018 menjelaskan teknik pernapasan lambat dapat mempengaruhi sistem saraf parasimpatis yang dapat memberi keterangan saat stres. Studi tersebut juga menemukan pernapasan lambat berkaitan dengan berkurangnya kecemasa, depresi, kemarahan, dan kebingungan.
Melansir dari Healthline, sebuah studi lain tahun 2017 melihat pernapasan diafragma (yang merupakan cara lain untuk menggambarkan latihan pernapasan dalam) berpotensi meningkatkan kinerja kognitif dan mengurangi dampak stres.
Baca juga: Gejala Mirip, Bagaimana Bedakan Pilek, Flu Biasa dan COVID-19?
Selain membantu paru-paru Anda menjadi lebih efisien, latihan pernapasan berpotensi membantu Anda mengatasi dampak fisik dan mental dari stres, serta meningkatkan relaksasi. Namun, perlu banyak studi yang harus dilakukan untuk itu.
Gejala setiap orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun, gejala umum yang ditemui pada pasien COVID-19 adalah kesulitan bernapas, baik itu pada tahapan ringan, sedang, atau berat.
Bahkan, bagi pasien yang sakit parah akibat infeksi virus ini dapat mengalami pneumonia. Kondisi tersebut disebabkan paru-paru yang terisi cairan dan lendir, sehingga pasien sulit bernapas dan membutuhkan oksigen untuk melancarkannya.
Menurut sebuah studi tahun 2018 menjelaskan teknik pernapasan lambat dapat mempengaruhi sistem saraf parasimpatis yang dapat memberi keterangan saat stres. Studi tersebut juga menemukan pernapasan lambat berkaitan dengan berkurangnya kecemasa, depresi, kemarahan, dan kebingungan.
Melansir dari Healthline, sebuah studi lain tahun 2017 melihat pernapasan diafragma (yang merupakan cara lain untuk menggambarkan latihan pernapasan dalam) berpotensi meningkatkan kinerja kognitif dan mengurangi dampak stres.
Baca juga: Gejala Mirip, Bagaimana Bedakan Pilek, Flu Biasa dan COVID-19?
Selain membantu paru-paru Anda menjadi lebih efisien, latihan pernapasan berpotensi membantu Anda mengatasi dampak fisik dan mental dari stres, serta meningkatkan relaksasi. Namun, perlu banyak studi yang harus dilakukan untuk itu.
Gejala setiap orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 mengalami gejala yang berbeda-beda. Namun, gejala umum yang ditemui pada pasien COVID-19 adalah kesulitan bernapas, baik itu pada tahapan ringan, sedang, atau berat.
Bahkan, bagi pasien yang sakit parah akibat infeksi virus ini dapat mengalami pneumonia. Kondisi tersebut disebabkan paru-paru yang terisi cairan dan lendir, sehingga pasien sulit bernapas dan membutuhkan oksigen untuk melancarkannya.