Islam di Amerika
Menengok Kehidupan Muslim Kulit Hitam di Los Angeles Selatan
Muhajirin
Selasa, 04 Januari 2022 - 18:01 WIB
Muslim Kulit Hitam di Los Angeles Selatan berdoa saat shalat jumat (foto: latimes.com)
Muslim Afrika-Amerika adalah salah satu komunitas muslim terbesar di Amerika Serikat. Populasi muslim kulit hitam di negeri Paman Sam itu hampir sepertiga jumlah muslim AS.
Di Los Angeles Selatan, salah satu pusat muslim Afrika-Amerika adalah Masjid Bilal Center. Masjid ini dipimpin Imam Abdul Karim Hasan, seorang muslim keturunan Afrika. Meski masjid ini identik dengan muslim kulit hitam, tapi tidak ada pembatasan sama sekali. Semua umat Islam bisa mengikuti seluruh kegiatan di masjid tersebut.
Hasan menyebut, umat Islam telah diikat dengan tali ukhuwah Islamiyah. Tidak ada pembeda-bedaan. Semua bersaudara. "Satu-satunya yang dapat memisahkan kami adalah ketakutan dan ketidaktahuan. Muslim Afrika-Amerika tahu ada ikatan umum antara semua muslim," katanya, dikutip latimes.com, Selasa (4/1/2022).
Muslim Afrika-Amerika pertama kali menginjakkan kaki di negara tersebut pada awal abad ke-19. Saat terjadi Perang Dunia II, beberapa kelompok kulit hitam mengklaim memiliki kedekatan dengan Islam. Kelompok muslim kulit hitam itu memperjuangkan kemandirian ekonomi dan penentuan nasib sendiri.
Islam memiliki dampak budaya dan politik di Amerika pada era 60-an. Terlebih Saat Malcolm X dan juara tinju kelas berat Cassius Clay (Muhammad Ali) masuk Islam pada 1964.
Dalam beberapa dekade terakhir, muslim kulit hitam meningkat. Terutama saat jumlah muslim Afrika dan Timur Tengah bermigrasi ke Amerika meningkat. Sebagian besar muslim kulit hitam memilih menjalankan syariah Islam sesuai Al-Qur'an dan Sunnah dan tidak terikat pada organisasi apapun.
Baca Juga: 7 Rapper Hits Amerika Serikat Ini Bangga Menjadi Muslim
Di Los Angeles Selatan, salah satu pusat muslim Afrika-Amerika adalah Masjid Bilal Center. Masjid ini dipimpin Imam Abdul Karim Hasan, seorang muslim keturunan Afrika. Meski masjid ini identik dengan muslim kulit hitam, tapi tidak ada pembatasan sama sekali. Semua umat Islam bisa mengikuti seluruh kegiatan di masjid tersebut.
Hasan menyebut, umat Islam telah diikat dengan tali ukhuwah Islamiyah. Tidak ada pembeda-bedaan. Semua bersaudara. "Satu-satunya yang dapat memisahkan kami adalah ketakutan dan ketidaktahuan. Muslim Afrika-Amerika tahu ada ikatan umum antara semua muslim," katanya, dikutip latimes.com, Selasa (4/1/2022).
Muslim Afrika-Amerika pertama kali menginjakkan kaki di negara tersebut pada awal abad ke-19. Saat terjadi Perang Dunia II, beberapa kelompok kulit hitam mengklaim memiliki kedekatan dengan Islam. Kelompok muslim kulit hitam itu memperjuangkan kemandirian ekonomi dan penentuan nasib sendiri.
Islam memiliki dampak budaya dan politik di Amerika pada era 60-an. Terlebih Saat Malcolm X dan juara tinju kelas berat Cassius Clay (Muhammad Ali) masuk Islam pada 1964.
Dalam beberapa dekade terakhir, muslim kulit hitam meningkat. Terutama saat jumlah muslim Afrika dan Timur Tengah bermigrasi ke Amerika meningkat. Sebagian besar muslim kulit hitam memilih menjalankan syariah Islam sesuai Al-Qur'an dan Sunnah dan tidak terikat pada organisasi apapun.
Baca Juga: 7 Rapper Hits Amerika Serikat Ini Bangga Menjadi Muslim