Sempat Diminta Berhenti, Wanita Ini Komitmen Mengabdi di Masjid
Jaja Suhana
Rabu, 05 Januari 2022 - 11:41 WIB
Salah satu bedug di pelataran Masjid Asmaul Husna Tangerang. Foto: Jaja Suhana.
Bagi masyarakat Gading Serpong Tangerang, tentu tak asing dengan masjid berukiran kaligrafi 99 Asma Allah, masjid itu diberi nama Masjid Asmaul Husna. Kebersihan dan keasrian masjid ini tentu tak lepas dari petugas takmir masjid yang diamanahi mengurus hal tersebut.
Salah satu sosok dibalik kebersihan Masjid Asmaul Husna Kelapa Gading Serpong adalah Ibu Sarti. Perempuan asal Gombong, Jawa Tengah ini menjadi petugas kebersihan masjid sejak pertama kali masjid itu diresmikan 2013 silam.
"Bagian saya ngepel masjid, bersihin tempat wudhu, bersihin toilet, dan sebagainya, apa saja," kata Sarti saat berbincang-bincang dengan Langit7 di selasar Masjid Asmaul Husna, Rabu (5/1/2022).
Baca Juga:Mengunjungi Masjid Asmaul Husna Gading Serpong
Dahulunya, Sarti bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Kemudian ia dimintai perbantukan oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asmaul Husna, Haji Rizal untuk membersihkan masjid terutama bagian perempuan. Saat ini ia menjadi pegawai perempuan satu-satunya sekaligus pegawai terlama di masjid tersebut.
Menurut Sarti mengurus masjid memiliki kepuasan batin tersendiri karena masjid adalah rumah Allah, tempat beribadah umat Islam. "Motivasi saya pertama beribadah, kedua, membantu suami cari nafkah untuk keluarga. Suami saya bekerja sebagai petugas kebersihan juga, tapi bukan di masjid ini," kata Sarti.
Walaupun sudah cukup berumur, Sarti merasa masih kuat membersihkan toilet dan tempat wudhu perempuan sendiri. Banyak jemaah merasa iba dan membujuknya untuk berhenti, namun baginya membersihkan masjid sudah menjadi kebiasaannya dari dulu.
Salah satu sosok dibalik kebersihan Masjid Asmaul Husna Kelapa Gading Serpong adalah Ibu Sarti. Perempuan asal Gombong, Jawa Tengah ini menjadi petugas kebersihan masjid sejak pertama kali masjid itu diresmikan 2013 silam.
"Bagian saya ngepel masjid, bersihin tempat wudhu, bersihin toilet, dan sebagainya, apa saja," kata Sarti saat berbincang-bincang dengan Langit7 di selasar Masjid Asmaul Husna, Rabu (5/1/2022).
Baca Juga:Mengunjungi Masjid Asmaul Husna Gading Serpong
Dahulunya, Sarti bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Kemudian ia dimintai perbantukan oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asmaul Husna, Haji Rizal untuk membersihkan masjid terutama bagian perempuan. Saat ini ia menjadi pegawai perempuan satu-satunya sekaligus pegawai terlama di masjid tersebut.
Menurut Sarti mengurus masjid memiliki kepuasan batin tersendiri karena masjid adalah rumah Allah, tempat beribadah umat Islam. "Motivasi saya pertama beribadah, kedua, membantu suami cari nafkah untuk keluarga. Suami saya bekerja sebagai petugas kebersihan juga, tapi bukan di masjid ini," kata Sarti.
Walaupun sudah cukup berumur, Sarti merasa masih kuat membersihkan toilet dan tempat wudhu perempuan sendiri. Banyak jemaah merasa iba dan membujuknya untuk berhenti, namun baginya membersihkan masjid sudah menjadi kebiasaannya dari dulu.