LANGIT7.ID, Jakarta - Bagi masyarakat Gading Serpong Tangerang, tentu tak asing dengan masjid berukiran kaligrafi 99 Asma Allah, masjid itu diberi nama Masjid Asmaul Husna. Kebersihan dan keasrian masjid ini tentu tak lepas dari petugas takmir masjid yang diamanahi mengurus hal tersebut.
Salah satu sosok dibalik kebersihan Masjid Asmaul Husna Kelapa Gading Serpong adalah Ibu Sarti. Perempuan asal Gombong, Jawa Tengah ini menjadi petugas kebersihan masjid sejak pertama kali masjid itu diresmikan 2013 silam.
"Bagian saya ngepel masjid, bersihin tempat wudhu, bersihin toilet, dan sebagainya, apa saja," kata Sarti saat berbincang-bincang dengan
Langit7 di selasar Masjid Asmaul Husna, Rabu (5/1/2022).
Baca Juga: Mengunjungi Masjid Asmaul Husna Gading SerpongDahulunya, Sarti bekerja sebagai buruh di pabrik garmen. Kemudian ia dimintai perbantukan oleh pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asmaul Husna, Haji Rizal untuk membersihkan masjid terutama bagian perempuan. Saat ini ia menjadi pegawai perempuan satu-satunya sekaligus pegawai terlama di masjid tersebut.
![Sempat Diminta Berhenti, Wanita Ini Komitmen Mengabdi di Masjid]()
Menurut Sarti mengurus masjid memiliki kepuasan batin tersendiri karena masjid adalah rumah Allah, tempat beribadah umat Islam. "Motivasi saya pertama beribadah, kedua, membantu suami cari nafkah untuk keluarga. Suami saya bekerja sebagai petugas kebersihan juga, tapi bukan di masjid ini," kata Sarti.
Walaupun sudah cukup berumur, Sarti merasa masih kuat membersihkan toilet dan tempat wudhu perempuan sendiri. Banyak jemaah merasa iba dan membujuknya untuk berhenti, namun baginya membersihkan masjid sudah menjadi kebiasaannya dari dulu.
"Ada yang bilang ke saya: 'Ibu kasian berangkat pagi pulang malam', kata saya nggak apa apa," tuturnya.
Baca Juga: Menuju Rakornas, Setengah Abad Pengabdian Dewan Da'wah di Indonesia"Insya Allah hati saya Ikhlas. Itung-itung belajar beribadah, alhamdulillah saya diberi kesempatan kerja di sini," imbuhnya.
Menjadi petugas kebersihan memang tidak mudah, seringkali ia dihadapkan pada kurangnya kebersihan pengunjung yang menggunakan fasilitas masjid. Namun Sarti menanamkan prinsip bahwa semua itu kuncinya adalah dinikmati, semua akan selesai jika dikerjakan dengan ikhlas.
"Apalagi dulu bangunannya belum sebagus sekarang, dulu saya sendiri yang membersihkan," ujarnya.
Baca Juga: Dekatkan Diri pada Allah, Ini 10 Manfaat Dzikir Sehari-hariSarti sebetulnya pernah mau berhenti pada bulan Ramadhan tahun 2021 lalu, namun ceramah dari beberapa ustaz yang ia dengar membuatnya semakin kuat, bahwa semua ujian hidup hendaknya diambil hikmahnya. Gaji kecil suami dan anak-anaknya yang sudah berkeluarga namun juga berpenghasilan rendah, membuatnya harus terus bekerja walaupun usianya sudah tidak lagi muda.
Sarti berharap dirinya diberikan kesehatan untuk terus bekerja dan mengabdi di Masjid Asmaul Husna. "Di sini saya belajar ikhlas dan sabar, nanti mudah-mudahan Insya Allah di akhirat ada balasannya," ujarnya.
Baca Juga: Mayweather akan Naik Tanding Bulan Depan di Atas Heliped Dubai(zhd)