Potensi Pasar Luas, Pasutri Asal Magelang Sukses Kembangkan Usaha Konveksi
Mahmuda attar hussein
Kamis, 06 Januari 2022 - 14:20 WIB
Konveksi milik Ipang dan Apsasi . Foto: YouTube DNTrust
Kebutuhan sandang menjadi bagian yang tidak bisa terlepas dari masyarakat. Alasan itulah yang menjadikan bisnis konveksi, sablon, dan percetakan seakan tidak pernah mati.
Selain itu, bisnis jenis ini juga memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Sebab, pemasarannya bisa dilakukan secara offline atau pun online.
Seperti yang dirasakan Apsasi Annasi Romas, pemilik Ipang Production. Usaha yang berlokasi di Magelang itu, mampu menunjukkan eksistensinya di tengah persaingan bisnis dan situasi pandemi Covid-19.
"Ipang Production adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konveksi, sablon, dan juga digital printing. Di sini, kami sendiri mengerjakan produksi kaos, jaket, kemeja, dan setelan olahraga, serta percetakan seperti banner, stiker, dan brosur," jelasnya di kanal YouTube DNTrust.
Baca juga: Dorong Konsumsi Sayur dan Buah, Dosen UI Manfaatkan Momentum Home Gardening
Muslimah kelahiran Muntilan itu memulai usahanya pada 2014 silam. Dengan bermodalkan Rp200 ribu, dia dan suaminya, Ipang, memaksimalkan uang tersebut untuk membeli peralatan sablon dan memperkenalkan Ipang Production ke berbagai sekolah.
"Kita bikin aturan kalau orderan masuk harus DP minimal 50 persen dan ketika mau ambil barang harus lunas," ujarnya.
Selain itu, bisnis jenis ini juga memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Sebab, pemasarannya bisa dilakukan secara offline atau pun online.
Seperti yang dirasakan Apsasi Annasi Romas, pemilik Ipang Production. Usaha yang berlokasi di Magelang itu, mampu menunjukkan eksistensinya di tengah persaingan bisnis dan situasi pandemi Covid-19.
"Ipang Production adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konveksi, sablon, dan juga digital printing. Di sini, kami sendiri mengerjakan produksi kaos, jaket, kemeja, dan setelan olahraga, serta percetakan seperti banner, stiker, dan brosur," jelasnya di kanal YouTube DNTrust.
Baca juga: Dorong Konsumsi Sayur dan Buah, Dosen UI Manfaatkan Momentum Home Gardening
Muslimah kelahiran Muntilan itu memulai usahanya pada 2014 silam. Dengan bermodalkan Rp200 ribu, dia dan suaminya, Ipang, memaksimalkan uang tersebut untuk membeli peralatan sablon dan memperkenalkan Ipang Production ke berbagai sekolah.
"Kita bikin aturan kalau orderan masuk harus DP minimal 50 persen dan ketika mau ambil barang harus lunas," ujarnya.