Langit7, Jakarta - Kebutuhan sandang menjadi bagian yang tidak bisa terlepas dari masyarakat. Alasan itulah yang menjadikan bisnis konveksi, sablon, dan percetakan seakan tidak pernah mati.
Selain itu, bisnis jenis ini juga memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan. Sebab, pemasarannya bisa dilakukan secara offline atau pun online.
Seperti yang dirasakan Apsasi Annasi Romas, pemilik Ipang Production. Usaha yang berlokasi di Magelang itu, mampu menunjukkan eksistensinya di tengah persaingan bisnis dan situasi pandemi Covid-19.
"Ipang Production adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang konveksi, sablon, dan juga digital printing. Di sini, kami sendiri mengerjakan produksi kaos, jaket, kemeja, dan setelan olahraga, serta percetakan seperti banner, stiker, dan brosur," jelasnya di kanal YouTube DNTrust.
Baca juga: Dorong Konsumsi Sayur dan Buah, Dosen UI Manfaatkan Momentum Home GardeningMuslimah kelahiran Muntilan itu memulai usahanya pada 2014 silam. Dengan bermodalkan Rp200 ribu, dia dan suaminya, Ipang, memaksimalkan uang tersebut untuk membeli peralatan sablon dan memperkenalkan Ipang Production ke berbagai sekolah.
"Kita bikin aturan kalau orderan masuk harus DP minimal 50 persen dan ketika mau ambil barang harus lunas," ujarnya.
Ipang dan Apsasi selalu mengikuti perkembangan role model dalam usahanya. Hal itu dilakukan demi bisa bersaing di arus kompetisi yang dinamis dan selalu mengikuti perkembangan zaman.
Baca juga: Mantan Napiter Ini Sukses Kembangkan Bisnis Pertanian dan AgrowisataKini,
couplepreuneur tamatan SMA itu mampu mengembangkan usahanya cukup signifikan.
"Kita harus ATM ya, amati tiru modifikasi. Ketika punya role model, bisnis kita akan lebih terarah. Dari situ kita bisa manfaatkan untuk menonjolkan value untuk setidaknya memenangkan pasar," ujarnya.
Berkat strategi itu, Ipang Production selalu bisa mencapai target tahunan mereka. Hingga kini, bisnis konveksi yang dijalankan keduanya telah berkembang dengan membuka kembali lima tempat produksi baru setiap tahunnya.
"Setiap tahun saya menambah satu tempat produksi beserta mesinnya. Begitu juga dengan 2022 ini, nanti misalnya dapat keuntungan sekian ratus juta kami akan gunakan untuk target selanjutnya," tambahnya.
Baca juga: Capai Rp2 Ribu Triliun, Kinerja APBN 2021 Lampaui Target(zul)