Langit7, Jakarta - Siapa bilang jebolan pesantren bakal kesulitan meraih kesempatan untuk sukses?
Lihat saja Deni Bakri, dia yang sempat mengenyam pendidikan pesantren di Jawa Barat ini berhasil membuktikan kesuksesan lewat usaha digital agency.
Bahkan, urusan pendidikan juga tidak tanggung-tanggung. Usai lulus dari pondok pesantren, Deni melanjutkan pendidikannya ke tingkat perguruan tinggi di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.
Baca juga: Pakai Modal Nikah, Kini Sukses Lewat Usaha Kelapa MudaTidak berhenti di situ, dia bahkan melanjutkan kembali kuliahnya ke jenjang strata II Fakultas Hukum Universitas Indonesia.
Saat ini, Deni disibukkan menjalankan pekerjaannya di kantor pengacara (
law firm) dan mengembangkan usaha digital agency.
"Usai kuliah, saya memang langsung join di
law firm. Seiring waktu karena memang dari kecil sukanya usaha, jadi kita sekalian kembangkan. Sehingga membangun bisnis digital agency," ujarnya di Seminar Kewirausahaan: Road to Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2021 - 2022", Minggu (26/12).
Menurutnya, lewat bisnis digital agency yang ia kembangkan itu, bisa menghadirkan banyak peluang. Sehingga mampu memberdayakan banyak orang, sekaligus menjadi ajang baginya untuk menebar manfaat.
Digital agency merupakan bisnis untuk membangun
branding secara personal maupun produk. Dalam ruang lingkupnya, digital agency membutuhkan banyak tim yang menjalankan tugasnya masing-masing.
"Dalam bisnis ini kita ada tim marketing, konten, talent manajemen, dan lainnya. Jadi banyak hal yang bisa kita kolaborasikan di dalamnya. Sehingga kita bisa memberdayakan dan memberi wadah bagi mereka yang tertarik dan memiliki potensi dalam hal ini," jelasnya.
Baca juga: Peduli Kesejahteraan Petani, Inovasi Mahasiswa UI Jawab Isu Kelangkaan PupukApalagi, kata dia, kemajuan teknologi dan media sosial, memudahkan seseorang untuk dapat memanfaatkan sesuatu yang menghasilkan.
"Menjadi wirausaha itu kita harus punya karakter untuk membangun etos kerja yang baik. Kebetulan dari pesantren kita mendapatkan ilmu disiplin, kejujuran dan membangun networking," katanya.
"Itu menjadi modal penting dalam membentuk karakteristik berwirausaha. Dari situ kita dapat mengembangkan sesuatu dengan mudah," sambungnya.
Dia berpesan, untuk bisa berbisnis atau berwirausaha diperlukan lebih banyak aksi nyata ketimbang rencana. Selain itu, dibutuhkan kepekaan yang baik guna menangkap banyaknya peluang di sekitar yang bisa dimanfaatkan dan menghasilkan sebuah nilai.
Baca juga:
Muslim asal Bogor, Untung Menggunung dari Jualan Kutu Air(zul)