Langit7, Bogor - Siapa sangka lahirnya pehobi baru ikan hias di masa pandemi, ternyata turut membawa berkah bagi penyedia pakan. Salah satu pakan yang sering digunakan adalah kutu air.
Hal itu menjadikan para pebudi daya kutu air juga ikut kecipratan untung. Bahkan, sebagian orang juga mulai mencoba untuk menjadi pebudi dayanya.
Seperti muslim asal Bogor, Widya Muchtar. Dia mengaku, jalan menjadi pebudi daya dipilihnya karena cukup sulit bersaing di dunia kerja.
"Kita budi daya ikan itu karena dulu lahan pekerjaan agak sulit. Jadi kita bersama pemuda sekitar bersama-sama membangun usaha budi daya ikan, terutama ikan konsumsi seperti lele," ujarnya dikutip dari kanal YouTube CapCapung.
Baca juga: Raup Untung dari Budi Daya Jangkrik, Rp18 Juta Sekali PanenSeiring bertambahnya anggota gabungan kelompok tani (gapoktan) yang dia rintis, usahanya itu juga turut berkembang. Di mana mereka mulai merambah kepada sektor ikan hias.
Widya sadar, bahwa untuk menghasilkan kualitas terbaik, diperlukan pakan yang cukup dan berkualitas. Sehingga, Widya bersama rekannya mulai berpikir untuk membuat sebuah kultur daphnia magna (kutu air) secara mandiri.
"Ikan hias itu memerlukan pakan alami yang sehat dan bagus. Jadi kita langsung buat kultur daphnia magna, yang merupakan kutu air atau binatang hidup yang ukurannya sangat kecil," ujarnya.
Baca juga: Raup Untung dari Ternak Ayam Cemani, Ekspor Sampai PakistanBiasanya, kutu air ini digunakan sebagai pakan anakan ikan hias yang baru menetas dari telurnya. Selain digunakan sendiri, kutu air juga cukup memiliki banyak permintaan, sehingga menjadi peluang bisnis menjanjikan.
"Kultur daphnia magna ini simpel untuk pemeliharaannya, serta dia harus menggunakan air bersih. Selain itu, harganya cukup tinggi di pasaran," katanya.
Sementara untuk pemasaran, Widya mengaku biasa memasarkan kutu airnya secara offline dan online. Artinya, selain orang yang datang langsung ke tempat budi dayanya, dia juga memasarkan kutu air di
marketplace."Kita jual untuk satu sendok makan kering itu di harga Rp10 ribu. Jadi kalau satu gelas sekitar Rp50 ribu," ungkapnya.
Baca juga: Prospek Bisnis Menggiurkan Budi Daya KoiMenurutnya, prospek bisnis daphnia magna ini cukup menjanjikan. Sebab, kalangan pehobi ikan hias masih terus tumbuh dan membutuhkan pakan berkualitas, seperti daphnia magna.
"Apalagi, budi daya daphnia magna itu tidak menyita banyak waktu. Jadi kita bisa sambil mengerjakan usaha yang lain. Ditambah lagi, pasarnya yang begitu luas," tambahnya.
(zul)