Langit7, Jakarta - Di era transformasi digital, masyarakat "dipaksa" untuk bisa beradaptasi dan memanfaatkannya. Salah satunya adalah soal
digital currency atau mata uang digital.
Digital currency sendiri merupakan mata uang, uang, atau aset serupa uang yang memiliki nilai tertentu dan dapat digunakan untuk bertansaksi melalui jaringan internet.
Kendati demikian, literasi masyarakat terbilang cukup lamban untuk beradaptasi. Sehingga, sebagian dari mereka lebih memilih menggunakan jasa untuk melakukan transaksi online.
Baca juga: Tangkap Peluang, Santri Ini Sukses Kembangkan Bisnis Digital AgencyHal itulah yang menyebabkan bermunculannya peluang baru dari jasa transaksi online, khususnya
digital currency. Seperti juga Ibrahim Kamil yang ikut memanfaatkan peluang tersebut.
"Suatu saat muncul
digital currency yang merupakan mata uang. Jadi saya manfaatkan peluang itu untuk melakukan penjualan jasa
top up in game," katanya di Seminar Kewirausahaan:
Road to Jagoan Wirausaha (Jawara) Pesantren 2021 - 2022, Minggu (26/12).
Usai lulus dari pondok pesantren dan menunggu pendaftaraan kuliah, Ibrahim menghabiskan banyak waktunya untuk bermain gim online.
Baca juga: Tren Meningkat, Potensi Bisnis Menjanjikan dari Frozen FoodDari situ, dia melihat fenomena di mana banyak
gamers yang belum paham untuk melakukan transaksi di gim menggunakan
digital currency. Sehingga hal itu dimanfaatkannya untuk menjadi jasa transaksi di dalam gim online.
"Jadi dulu sambil nunggu kuliah saya sering main gim di warnet. Kemudian ada perubahan zaman dari gim komputer beralih secara mobile lewat
smartphone. Ketika itu pula munculah berbagai peluang, seperti transaksi
digital currency ini," jelasnya.
Menurutnya, transaksi harian dari
digital currency dalam gim bisa mencapai nominal hingga Rp1 miliar. Angka itu cukup menggiurkan, apalagi pekerjaannya yang hanya membutuhkan jaringan internet.
Baca juga: Cetak SDM Terbaik untuk Negara, Sekelompok Mahasiswa Unair Ciptakan Startup EdtechBerkat kepekaannya dalam menangkap peluang, kini Ibrahim telah mengembangkan usahanya itu menjadi
web developer. Tidak jauh-jauh,
web developer ini juga masih melayani transaksi
digital currency dalam gim.
"Jadi saya juga masih kembangkan suatu
web developer, untuk transaksi voucher gim yang dilakukan melalui fasilitas
website gim. Nantinya kita tinggal melakukan teknik pemasaran, memberikan harga bersaing, dan pelayanan yang baik," tambahnya.
(zul)