LANGIT7.ID - , Jakarta - Industri gaming yang terus meningkat, berbanding lurus dengan kenaikan jumlah pemain gim di Indonesia. Menurut data dari Indonesia Esports Premier League (IESPL) menyebutkan pada 2019, terdapat 62,1 juta orang yang aktif bermain gim di dalam negeri.
Angka tersebut meningkat pada 2021, data We are Social dan Hootsuite mencatat pengguna internet di Indonesia sebanyak 202,6 juta orang per Januari 2021. Di sisi lain jaringan mobile aktif mencapai 345,3 juta, atau 125,6% dari total populasi.
Baca juga: Sandiaga Uno Dorong Gim Lokal Bersaing di Pasar GlobalDari data tersebut menjelaskan sekitar 60,2 persen pengguna internet memainkan gim melalui gawai. Tingginya angka pemain gim saat ini menempatkan Indonesia sebagai negara potensial untuk industri gim.
Pengamat ekonomi digital INDEF Nailul Huda mengatakan maraknya pengguna gim di Indonesia lantaran masa pandemi yang sudah hampir dua tahun ini berjalan.
"Adanya pandemi dan kemudahan menggunakan gim dengan handphone menjadi semakin banyaknya generasi Z dan generasi milenial bermain." kata Nailul Huda. "Dahulu kan kalau mau game online harus ke warnet terlebih dahulu." imbuhnya kepada Langit7 pada (27/12/2021).
Hal ini menyebabkan meningkatnya permintaan gim yang diikuti dengan meningkatkan penawaran gim. Namun sayangnya, ketersediaan gim di Indonesia masih didominasi dari luar negeri.
"Gim online global bisa menguasai karena komunitasnya sangat besar sekali di Indonesia dan dunia," kata Nailul.
Saat ini penawaran dari gim lokal harusnya bisa hadir juga untuk memakan pasar Indonesia yang sangat tinggi ini. Diakui oleh Nailul, memang tidak semudah yang dibayangkan, dominasi gim dari asing tidak bisa digeser begitu saja dalam waktu dekat.
"5-10 tahun ke depan mungkin baru bisa, tapi di bawah itu saya rasa belum untuk menyaingi gim global." jelasnya.
Untuk menyaingi gim global harus ada beberapa cara yang dilakukan serentak, bukan hanya dari developer lokal saja. Berikut beberapa cara dari Nailul agar gim lokal bisa menyaingi produk luar.
1. Pintar mencari fundingDeveloper gim lokal harus pintar mencari funding atau pembiayaan, agar dapat mengembangkan gim lokal tidak setengah hati.
2. Sesuaikan dengan pasar lokalDeveloper lokal hendaknya membuat gim yang sesuai dengan spesifikasi gawai yang ada di Indonesia. Misalkan game yang tidak berat untuk ponsel. Kemudian dari segi onlinenya dibuat juga interaktif, agar lebih diminati oleh pengguna gim.
3. Manfaatkan sejarah dan budayaMembuat bahan sebagai gim, bisa juga memanfaatkan sejarah dan budaya yang ada di Indonesia. Banyak sekali kita lihat gim yang berdasarkan sejarah, seperti membangun kerajaan layaknya kerajaan Romawi.
Developer gim lokal juga bisa memanfaatkan kekayaan sejarah bangsa Indonesia untuk menjadi bahan dari gim. Selain itu sektor budaya juga bisa dimanfaatkan, seperti permainan-permainan anak kecil zaman dahulu.
4. Ciptakan komunitas yang loyal Komunitas dalam hal ini adalah pengguna gim aktif yang loyal terus memainkan gim ini.
5. Bisa menciptakan ekosistemEkosistem tercipta tidak hanya pengguna, melainkan sinkronisasi dengan yang lain juga, seperti pembayaran digital dan lain-lain. Ekosistem yang baik bisa menciptakan turnamen-turnamen yang ada hadiahnya sebagai penarik dari pengguna gim lokal ini.
6. Ditunjang oleh e-sport IndonesiaJika sudah baik secara 5 tahap di atas, selanjutnya adalah ada dukungan dari e-sport Indonesia. E-sport saat ini identik dengan tim atau klub yang fokus untuk membina atlet gim nya agar bisa menjuarai berbagai kejuaraan.
7. Didukung oleh pemerintahTerakhir adalah dukungan dari pemerintah untuk turut serta memajukan gim lokal agar bisa bersaing dengan gim global.
Dengan 7 poin yang dilakukan di atas, gim lokal diharapkan bisa menyaingi gim global yang mendominasi pasar di Indonesia.
Baca juga: Geliat Permainan Tradisional Hadapi Gempuran Game Online"Developer gim lokal harus bisa menyaingi dominasi AOF, Mobile Legends, Garena dan sebagainya." ujar Nailul. "Kalau berhasil, cuan yang didapatkan juga sangat banyak,".
(est)