LANGIT7.ID, Jakarta - Gim menjadi salah satu sub sektor dari ekonomi kreatif yang tidak terpengaruh dengan pandemi Covid-19. Hal ini menjadi kesempatan bagi anak bangsa untuk bisa berkarya melalui gim lokal agar bisa bersaing di pasar global.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, dilihat dari perkembangannya yang tidak terganggu dengan adanya pandemi adalah industri gim. Diharapkan bisa meningkatkan partisipasi dan kontribusi industri gim dalam perkembangan ekonomi Indonesia.
“Seperti kita ketahui, gim menjadi salah satu pandemic winner. Kita ingin kembangkan lebih banyak lagi ekosistem dari gim untuk mampu menstabilize sektor ekonomi kreatif yang bersinergi dengan sektor pariwisata,” ujarnya dalam Talkshow Game Lokal Berdaya Saing Global, Kami (29/7).
Gim sendiri menjadi salah satu andalan dari 17 sub sektor yang ada pada ekonomi kreatif. Sandi mengaku, dalam hal ini ada potensi besar yang bisa dimanfaatkan.
Namun, ia melihat dengan adanya potensi besar ini, tapi belum bisa dimanfaatkan secara optimal oleh pihak terkait. Terlebih, berdasarkan data dari newzoo pada 2018, disebutkan rating new game di Indonesia mencapai nilai USD1,1 miliar.
“Saya melihat setiap ada kegiatan dengan esport, ini selalu ramai. Tapi berdasarkan kajian kami, masih ada tiga tantangan besar di industri gim lokal, yaitu stagnasi pernguasan pasar nasional, karena pertumbuhan share pasar gim lokal di Indonesia masih dinilai lambat di lima tahun belakang ini,” ujarnya.
Selain itu, sebanyak 66 persen pengembang masih mengalami kegagalan karena kendala modal. Ditambah lagi, keterbatasan SDM berkompeten dan masalah teknis yang ada.
“Sehingga kita lihat di sni, masih butuh kesatuan gerak antara stakeholder terkait industri ini. Saya sangat berharap acara Beli Game Lokal mendatang bisa menjadi satu pemicu, karena salah satu dari dua sub sektor dari ekonomi kreatif yang tidak mengalami growth minus di pandemi ini adalah gim dan aplikasi,” jelasnya.
Sebagai informasi, Tokopedia bekerja sama dengan Kemenparekraf dan Asosiasi Game Indonesia (AGI) berencana menyelenggarakan kampanye Beli Game Lokal pada 2-8 Agustus 2021. Kampanye ini bertujuan untuk mempromosikan gim hasil karya anak bangsa agar dapat terus berkembang dan menarik minat masyarakat untuk mengeksplorasi gim lokal tersebut.
(zul)