Cerita Bocah SD Menabung sejak TK, Uangnya Dibelikan Sapi Kurban
Fajar adhitya
Kamis, 22 Juli 2021 - 15:02 WIB
Hani, bocah SD yang rajin menabung sejak TK untuk beli sapi kurban. (Foto: Antara).
Kisah inspiratif bocah SD bernama Hani mengambarkan keinginan berkurban bagi Muslim, tidak hanya terbatas untuk orang dewasa, melainkan bagi semua orang tanpa melihat batas usia.
Anak perempuan bernama Hanifa Insani ini merupakan pelajar kelas tiga Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 4 Solok, Sumatera Barat.
Hani mampu berqurban pada hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dari uang hasil tabungan dari celengannya, yang dikumpulkannya selama tiga tahun.
Uang untuk berkurban tersebut sudah ditabungnya sejak tiga tahun berturut-turut, tepatnya sejak Hani masih duduk di bangku TK atau sejak berusia lima tahun.
Beberapa tahun terakhir ini, Hani rajin menabung dalam celengan yang dibelikan oleh orang tuanya. Setiap hari, dia selalu menyisihkan uang jajannya Rp1.000 hingga Rp5.000.
Sedikit demi sedikit uang tabungan Hani terus bertambah. Bahkan, tabungannya meningkat drastis pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. yang diterima Hani dari mamak (paman) dan etek (tante) dan kerabat lainnya langsung ditabung dalam celengan.
Selain itu, uang tabungannya juga diperoleh dari hasil mengupas bawang (maurek bawang) selama mengisi waktu libur sekolahnya.
Anak perempuan bernama Hanifa Insani ini merupakan pelajar kelas tiga Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) 4 Solok, Sumatera Barat.
Hani mampu berqurban pada hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah dari uang hasil tabungan dari celengannya, yang dikumpulkannya selama tiga tahun.
Uang untuk berkurban tersebut sudah ditabungnya sejak tiga tahun berturut-turut, tepatnya sejak Hani masih duduk di bangku TK atau sejak berusia lima tahun.
Beberapa tahun terakhir ini, Hani rajin menabung dalam celengan yang dibelikan oleh orang tuanya. Setiap hari, dia selalu menyisihkan uang jajannya Rp1.000 hingga Rp5.000.
Sedikit demi sedikit uang tabungan Hani terus bertambah. Bahkan, tabungannya meningkat drastis pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. yang diterima Hani dari mamak (paman) dan etek (tante) dan kerabat lainnya langsung ditabung dalam celengan.
Selain itu, uang tabungannya juga diperoleh dari hasil mengupas bawang (maurek bawang) selama mengisi waktu libur sekolahnya.