Hidup Mantan Kuli Bangunan Ini Berubah Drastis Berkat Tanaman Hias
Mahmuda attar hussein
Selasa, 11 Januari 2022 - 17:30 WIB
Udin Gondrong dengan tanaman hiasnya. Foto: YouTube Kisah Tanpa Batas
Tanaman hias sempat mengalami puncak penjualan di tengah pandemi Covid-19 tahun lalu. Pasar tanaman hias tidak hanya diminati di level nasional, tapi juga global.
Diketahui, nilai ekspor tanaman hias Indonesia tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 69,7 persen pada periode Januari-September 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mencapai nilai USD10,77 juta.
Sementara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat, sepanjang periode Januari-September 2021, Jepang menjadi negara tujuan ekspor utama tanaman hias asal Indonesia dengan pangsa sebesar 32,23 persen. Diikuti Singapura 15,55 persen, Amerika Serikat 13,12 persen, Belanda 13,03 persen, dan Tiongkok 5,60 persen.
Baca juga: Maksimalkan Teknologi, UMKM Lokal Ini Ajak Masyarakat Sayangi Bumi
Dengan Provinsi Jawa Barat menjadi eksportir tanaman hias paling banyak di Indonesia, yaitu 25 eksportir. DKI Jakarta menempati posisi kedua (19 eksportir) diikuti oleh Jawa Tengah (7 eksportir), Banten (6 eksportir), dan Jawa Timur (4 eksportir).
Hal itu menunjukkan prospek bisnis dari tanaman hias yang cukup menjanjikan. Seperti dirasakan muslim asal Yogyakarta, Samsudin, yang hidupnya berubah drastis berkat usaha tanaman hias.
"Tiga bulan awal pandemi, saya bisa kebeli mobil lumayan mewah lah, tiga bulan berikutnya saya bisa kebeli tanah lumayan luas juga, tiga bulan berikutnya bisa memperbaiki rumah, dan terakhir ini saya bisa kebeli rumah sekaligus bikin usaha pertanian," jelasnya dikanal YouTube Kisah Tanpa Batas.
Diketahui, nilai ekspor tanaman hias Indonesia tercatat mengalami kenaikan signifikan sebesar 69,7 persen pada periode Januari-September 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya, yang mencapai nilai USD10,77 juta.
Sementara Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat, sepanjang periode Januari-September 2021, Jepang menjadi negara tujuan ekspor utama tanaman hias asal Indonesia dengan pangsa sebesar 32,23 persen. Diikuti Singapura 15,55 persen, Amerika Serikat 13,12 persen, Belanda 13,03 persen, dan Tiongkok 5,60 persen.
Baca juga: Maksimalkan Teknologi, UMKM Lokal Ini Ajak Masyarakat Sayangi Bumi
Dengan Provinsi Jawa Barat menjadi eksportir tanaman hias paling banyak di Indonesia, yaitu 25 eksportir. DKI Jakarta menempati posisi kedua (19 eksportir) diikuti oleh Jawa Tengah (7 eksportir), Banten (6 eksportir), dan Jawa Timur (4 eksportir).
Hal itu menunjukkan prospek bisnis dari tanaman hias yang cukup menjanjikan. Seperti dirasakan muslim asal Yogyakarta, Samsudin, yang hidupnya berubah drastis berkat usaha tanaman hias.
"Tiga bulan awal pandemi, saya bisa kebeli mobil lumayan mewah lah, tiga bulan berikutnya saya bisa kebeli tanah lumayan luas juga, tiga bulan berikutnya bisa memperbaiki rumah, dan terakhir ini saya bisa kebeli rumah sekaligus bikin usaha pertanian," jelasnya dikanal YouTube Kisah Tanpa Batas.