Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

Maksimalkan Teknologi, UMKM Lokal Ini Ajak Masyarakat Sayangi Bumi

mahmuda attar hussein Selasa, 11 Januari 2022 - 14:35 WIB
Maksimalkan Teknologi, UMKM Lokal Ini Ajak Masyarakat Sayangi Bumi
Bukan Plastik merupakan salah satu contoh UMKM asal Semarang yang menawarkan alternatif dari plastik sekali pakai. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - , Jakarta - Tak hanya membantu sebagai penyebar informasi secara meluas dan merata, teknologi juga bisa dimaksimalkan mengajak masyarakat untuk menyayangi bumi. Seperti dua UMKM Bukan Plastik dan Batik Mahkota Laweyan yang memanfaatkan teknologi untuk kampanye peduli lingkungan.

Bukan Plastik merupakan salah satu contoh UMKM asal Semarang yang menawarkan alternatif dari plastik sekali pakai. Produk Bukan Plastik menggunakan material organik yang ramah lingkungan khususnya untuk kantong belanja dan sedotan.

Baca juga: Warga Peduli Lingkungan Bentuk Komunitas Geopark Meratus

Berawal dari kegemaran membaca sejak kecil dan kesadaran akan pentingnya melestarikan bumi, Aisa Putri Wibowo mendirikan usaha Bukan Plastik pada April 2020 guna mengajak masyarakat maupun pegiat usaha lain dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Dalam pembuatan kantong, kami menggunakan material saripati ketela yang dapat mudah terurai di tanah dalam waktu 180 hari. Sedangkan untuk pengganti sedotan kami memakai bambu yang dibuat secara manual,” ungkap Aisa melalui keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).

Menurut Aisa, kehadiran platform digital e-commerce membantu Bukan Plastik mengajak lebih banyak masyarakat menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan. Melalui platform itu pula, Aisa mengaku menjual ribuan lembar kantong belanja setiap bulannya. Alhasil, penjualnnya pun meningkat hingga 10 kali lipat dan telah menjangkau wilayah Gorontalo.

Tak berbeda dengan Bukan Plastik, UMKM lokal Batik Mahkota Laweyan juga memiliki inisiatif peduli lingkungan. Usaha yang dibangun oleh Alpha Febela pada 2005 ini, berdiri satu tahun setelah hadirnya Kampoeng Batik Laweyan.

Perusahaan keluarga yang telah ada sejak tahun 1960-an dan sempat vakum pada tahun 1990-an ini hadir dengan memproduksi batik tulis motif abstrak. Produk Batik Mahkota Laweyan kini sudah ber-SNI dan untuk beberapa motif sudah didaftarkan untuk mendapatkan HAKI.

“Kami juga sudah menggunakan sistem IPAL untuk menjaga air tanah tetap berkualitas bagus sebagai upaya menghindari pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah batik kami,” papar pemilik usaha Batik Mahkota Laweyan Alpha Febela.

Baca juga: Masjid Punya Kekuatan Bangun Gerakan Peduli Lingkungan

Platform e-commerce, Tokopedia, pun membantu Batik Mahkota Laweyan meningkatkan transaksi hingga 2x lipat jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

“Kami memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pembatik dan juga penjahit. Kami berharap dapat memperluas jangkauan pasar ke seluruh Indonesia melalui Tokopedia, dapat memulihkan ekonomi masyarakat sekitar, dan juga terus konsisten menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Alpha.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)