LANGIT7.ID, Jakarta - Sejumlah warga yang peduli terhadap lingkungan membentuk Dangsanak Geopark Meratus. Komunitas ini bertujuan untuk mempercepat pengakuan Unesco Global Geopark (UGG) terhadap geopark Meratus yang ada di Kalimantan Selatan.
"Pertemuan yang dihadiri para pecinta lingkungan dan pecinta geopark tersebut menilai wajar jika geopark meratus menjadi geoprak internasional, karena memiliki keberagaman geologi, biologi, dan budaya masyarakatnya," kata Koordinator, Aulia Badar.
Pembentukan komunitas tersebut berlangsung di kebun pembibitan FKH Jalan Kayu Tangi, dan mereka sepakat komunitas itu diketuai oleh Dr Farid Soufian.
Berdasarkan catatan, Pemprov Kalimantan Selatan dan Tengah mengajukan Geopark Meratus untuk menjadi UGG dan penilaian oleh badan PBB tersebut akan dilakukan pada 2022.
"Kawasan ini sudah mendapatkan status sebagai Geopark Nasional pada 2018," ujarnya.
Berdasarkan penilaian Pegunungan Meratus merupakan warisan geologi yang luar biasa. Pegunungan yang menjadi punggung Pulau Kalimantan ini terbentuk dari subduksi samudera, benturan benua, serta volkanisme tua.
Bukan hanya bebatuan yang unik di Meratus tetapi juga plasma nutfah yang beribu jenisnya, belum lagi satwa aneka macam yang perlu diselamatkan.
Di antara tujuan pembentukan komunitas ini, mengajak semua orang mencintai geopark meratus, sehingga terhindari dari kerusakan, akibat kegiatan yang bisa merusak.
Tujuan akhir dari pengembangan Meratus adalah untuk masa depan anak cucu. Sebab masa depan oksigen, sumber air baku, penyelamatan plasma nutfah harus dijaga dengan baik.
Sumber: Antaranews(bal)