Langkah Pemprov Jabar Tingkatkan SDM Unggul di Sektor Wirausaha
Mahmuda attar hussein
Rabu, 12 Januari 2022 - 18:24 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat membuka program pelatihan wirausaha bagi siswa sekolah. Foto: Pemprov Jabar
Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Shopee Indonesia mengadakan program pelatihan bagi siswa sekolah.
Kerja sama itu direalisasikan dengan peluncuran kelas perdana kurikulum bisnis digital bagi siswa SMK Negeri 1 Bogor, oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada Selasa (11/1).
"Dengan begitu anak-anak SMK Jawa Barat akan juara di bidang digital, akan banyak diserap pasar, dan didoakan juga mayoritas menjadi wirausaha," kata Ridwan Kamil dalam keterangannya.
Baca juga: Permudah Informasi Lowongan Kerja, Pemprov Jabar Luncurkan JMSC
Program pelatihan bagi siswa SMK tersebut rencananya dilaksanakan pada Januari 2022 ini, dengan durasi selama 6-12 bulan. Adapun jumlah SMK yang terlibat dalam kerja sama ini sebanyak 206 sekolah kejuruan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 406 guru yang mengikuti training of trainer. Sedangkan jumlah siswa yang akan mengikuti pelatihan sebanyak 26.312 siswa.
Kang Emil, sapaan akrabnya, berharap melalui kurikulum bisnis digital dapat menciptakan generasi penerus yang kompeten dan adaptif. Sehingga dapat mengikuti perubahan tantangan global, agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja.
Kerja sama itu direalisasikan dengan peluncuran kelas perdana kurikulum bisnis digital bagi siswa SMK Negeri 1 Bogor, oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada Selasa (11/1).
"Dengan begitu anak-anak SMK Jawa Barat akan juara di bidang digital, akan banyak diserap pasar, dan didoakan juga mayoritas menjadi wirausaha," kata Ridwan Kamil dalam keterangannya.
Baca juga: Permudah Informasi Lowongan Kerja, Pemprov Jabar Luncurkan JMSC
Program pelatihan bagi siswa SMK tersebut rencananya dilaksanakan pada Januari 2022 ini, dengan durasi selama 6-12 bulan. Adapun jumlah SMK yang terlibat dalam kerja sama ini sebanyak 206 sekolah kejuruan.
Dari jumlah tersebut, sekitar 406 guru yang mengikuti training of trainer. Sedangkan jumlah siswa yang akan mengikuti pelatihan sebanyak 26.312 siswa.
Kang Emil, sapaan akrabnya, berharap melalui kurikulum bisnis digital dapat menciptakan generasi penerus yang kompeten dan adaptif. Sehingga dapat mengikuti perubahan tantangan global, agar lulusan SMK siap memasuki dunia kerja.