LANGIT7.ID - Gaya hidup zero waste atau minim sampah sedang banyak digaungkan dalam rangka menyelamatkan lingkungan dana bumi dari bahaya sampah yang semakin tidak terkendali. Ini adalah gaya hidup yang menerapkan 3R, refuse, reduce, reuse dalam penggunaan produk plastik sekali pakai.
Praktisi lingkungan, yang juga pendiri Bumi Langit Institut, Iskandar Waworuntu, memiliki pendapat tentang bagaimana seharusnya zerowaste itu diterapkan.
“Kalau kita kaji dalam perspektif spiritual
“waste” itu kan kesia-siaan," ujarnya. Iskanda menyatakan pada hakikatnya tidak ada sampah ketika terkait sunnatullah.
"Semua yang diciptakan Allah SWT dalam keadaan hidup maupun mati bermanfaat, kecuali manusia yang memiliki sifat berlebih maka ia menghasilkan sampah atau
waste,” jelas Iskandar kepada Langit7.id baru-baru ini.
Dalam penerapanya, ia menekankan, penting untuk berkaca kepada kehidupan Rasulullah SAW dan sahabat-sahabat beliau. Kuncinya, menurut dia yakni segala yang ada lingkungan hidup pribadi agung itu berasal dari proses alami dan sangat sedikit menghasilkan sisa sampah.
"Kalau kita kaji dalam perenungan, sampah adalah sisa hasil sebuah mekanisme produksi yang datang karena proses eksploitasiberlebih,” tutur lelaki yang akrab dipanggil Pak Is.
![Pendiri Bumi Langit: Sifat Manusia Suka Berlebih Hasilkan Sampah]()
“Ketika kita melihat kerusakan di bumi, itu semua dimulai karena kita merusak tubuh kita, kita mencemari tubuh kita dengan segala macam residu yang menumpuk di dalam tubuh yang akhirnya membuat kita melakukan hal yang sama (merusak) di luar tubuh kita,” lanjut mantan seniman Bengkel Teater ini.
Iskandar menganalogikan tubuh sebagai alam internal dan lingkungan sebagai eksternal. Jadi saat diri kita sudah tidak memiliki empati terhadap tubuh kita sendiri, itulah awal semua kerusakan yang terjadi di eksternal tubuh yaitu lingkungan.
“Tidak hanya penyakit tubuh, tapi juga penyakit hati, rasa dengki, iri, culas, rakus dan semua rasa negatif yang kita miliki itu dimulai dari perut kita, dari barang yang kita isi ke dalam tubuh kita, ini yang disebut internalisasi,” ujarnya.
Iskandar menambahkan bahwa tidak hanya makanan sebagai faktor utama, "Udara yang kita hirup dan barang yang kita pakai di kehidupan sehari-hari dapat memengaruhi perilaku kita bahkan hingga ke anak-cucuk kelak," ujarnya.
Sebagaimana yang Allah SWT tuliskan di dalam Al-Qur’an
فَلۡيَنۡظُرِ الۡاِنۡسَانُ اِلٰى طَعَامِهٖۤۙ
Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. (QS. ‘Abasa: 24).
Untuk bisa menerapkan kehidupan bebas sampah yang sesungguhnya, penting untuk memulainya dari mengubah apa yang akan kita konsumsi dengan yang Halal dan Thayyib, dua hal yang selalu digaungkan oleh Iskandar dan Bumi Langit binaannya.
Semakin baik dan jelas asal-usul hal yang kita masukkan ke dalam tubuh, semakin sedikit residu yang keluar dan bisa mengganggu kebaikan alam.
(arp)