LANGIT7.ID, Sukabumi - Desa Wisata Cisande dinobatkan sebagai 50 desa wisata terbaik dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 lalu, desa ini menjadi alternatif tempat liburan bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.
Desa Wisata Cisande salah satu destinasi yang memiliki potensi sebagai wisata edukasi peternakan. Desa Cisande berlokasi di Kampung Karadenan, Desa Cisande, Kecamatan Cicantayan kabupaten Sukabumi Jawa Barat.
Agrowisata yang ada di Desa Cisande Sukabumi ini mencoba untuk memanfaatkan potensi alam dan budaya setempat menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Di sini para wisatawan akan diajarkan dengan beragam kegiatan edukasi peternakan seperti budi daya ikan hias, dan ikan lele. Sahabat Langit7 juga bisa melihat kerajinan tangan karya warga Desa Cisande.
Baca juga:
Desa Wisata Cisande, Wisata Edukasi dan Budidaya Ikan HiasTerdapat beberapa rumah produksi di Desa Cisadane seperti rumah produksi kriya sandal jepit, rumah produksi permainan tradisional khas, rumah produksi anyaman bambu, rumah produksi batik khas, pakaian khas pangsi, serta rumah produksi abon lele.
Tak hanya itu, saat berkunjung ke desa wisata ini para wisatawan juga bisa melihat proses pembuatan makanan khas Cisande, serta melihat proses membuat nasi yang di masak menggunakan tungku sebagai cara memasak tradisional.
![Mengenal Kampung Cisande, Desa Wisata Berbasis Edukasi dan Peternakan]()
Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung ke Desa Cisande
Di Desa Cisadane juga tersedia aktivitas outbond seperti panahan, flying fox, river tubing, hingga kemah di kawasan camping ground atau Sahabat Langit7 juga bisa belajar menghias layang-layang dan menanam padi.
Setelah merasakan segala aktivitas outbond tak lupa wisatawan juga bisa mengisi perut dengan wisata kuliner, Sahabat Langit7 bisa mampir di taman kuliner dengan kehadiran angkringan, warung kopi serta masakan tradisional khas Cisande.
Baca juga:
Menparekraf Sebut Desa Wisata Bantu Pemulihan Ekonomi NasionalDaya tarik lain dari Desa Wisata ini adalah adanya marching band Opa-Oma yang berdiri sejak 2015 Keunikan terlihat dari anggota kelompok marching band tersebut karena diisi oleh anggota dengan usia rata-rata 50 sampai 70 tahun, dengan tidak memiliki pengalaman sebagai pemain marching band sewaktu mereka muda.
Jika ingin membeli buah tangan terdapat juga sebuah booth souvenir fesyen yaitu baju tani atau pangsi, bunga lipat dari uang, caping.
(sof)