Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home wisata halal detail berita

Aloe Land: Kampung Edukasi Lidah Buaya, Berdayakan Gunung Kidul

esti setiyowati Kamis, 05 Desember 2024 - 19:31 WIB
Aloe Land: Kampung Edukasi Lidah Buaya, Berdayakan Gunung Kidul
Aloeland, kampung edukasi lidah buaya yang memberdayakan tanah Gunung Kidul. Foto: Istimewa.
LANGIT7.ID-, Yogyakarta - - Aloe Land, sebuah kampung edukasi di Jeruklegi RT06/RW05, Katongan, Nglipar, Gunungkidul, kini menjadi destinasi wisata sekaligus pusat pemberdayaan berbasis tanaman lidah buaya.

Di tempat ini, pengunjung tidak hanya diajak mengenal lidah buaya, tetapi juga belajar cara menanam dan mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi.

Alan Effendhi, penggagas Aloe Land dan penerima penghargaan kategori Kewirausahaan dalam Astra Satu Indonesia Awards 2023, telah mengembangkan budidaya lidah buaya sejak 2014.

Baca juga: 7 Destinasi Wisata Edukasi Anak di Jabotabek

Bisnis minuman aloevera miliknya didirikan bukan sekadar bisnis untuk mencari keuntungan pribadi. Ada banyak latar belakang dan cita-cita yang membuat ceritanya sangat menginspirasi.

Gunung Kidul terkenal dengan tanah tadah hujan. Artinya ketika tidak ada hujan atau saat kemarau, tanah di daerah tersebut menjadi tidak produktif.

Akhirnya muncul ide untuk mengembangkan tanaman lidah buaya. Kemudian dari referensi yang dia dapat, lidah buaya juga bisa diolah menjadi minuman yang memiliki kandungan yang baik untuk tubuh

"Saya memilih lidah buaya karena potensinya besar, terutama dalam industri kosmetik, farmasi, pupuk organik, hingga makanan dan minuman. Akhirnya, saya fokus pada makanan dan minuman karena biayanya lebih terjangkau," ujar Alan saat ditemui di lokasi.

Alan mengawali perjalanan ini setelah memutuskan pulang kampung pada 2013. Ia melihat peluang besar dalam pertanian, meskipun iklim Gunungkidul yang kering menjadi tantangan tersendiri.

Niat membangun usaha tersebut diawali dari keinginan Alan untuk tinggal di kampung halaman, menemani orang tua yang kian bertambah usia. Lebih dari itu dia juga ingin usaha yang dia jalani berdampak untuk lingkungannya.

Baca juga: Urban Healing Garden Cibubur, Alternatif Wisata Edukasi di Jakarta

"Saya katakan ke ibu, 'dalam 5–10 tahun, budidaya lidah buaya ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat'," katanya optimistis.

Seiring waktu, Aloe Land terus berkembang. Pada 2017, Dompet Dhuafa datang membawa program Didik Gratis untuk memberdayakan ekonomi masyarakat.

Melalui program ini, budidaya lidah buaya di Aloe Land dapat berkembang dengan baik dan menjadi ciri khas Gunung Kidul.

Kini, Aloe Land tidak hanya menjadi pusat pelatihan pertanian lidah buaya, tetapi juga tempat wisata edukasi yang menarik perhatian wisatawan.

Alan berharap, inovasi ini mampu membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat Gunung Kidul, baik dalam sektor ekonomi maupun sosial.

"Alhamdulillah makin ke sini makin berkembang. Alhamdulillah, aloevera bisa menjadi ciri khas produk Gunung Kidul," pungkas Alan.

Baca juga: Museum Subak jadi Sarana Wisata Edukasi di Bali

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)