LANGIT7.ID - , Jakarta - Jilbab segi empat diprediksi menjadi barang fesyen paling diminati masyarakat Indonesia di tahun 2022 ini. Temuan tersebut didapat dari hasil survey “Indonesia in 2022: Looking at Fashion Trends & Economy Revival” yang membahas seputar prediksi tren fesyen dan kebangkitan ekonomi pada tahun 2022 di Indonesia.
Selain hijab segi empat, pashmina dan jilbab instan juga dipilih responden menjadi pendukung gaya berpakaian mereka. Fakta-fakta tersebut dibagikan layanan survei konsumen berbasis digital, Populix.
Baca juga: Intip 7 Gaya Fesyen Hijab untuk Anda yang Berpostur MungilMenurut CEO Populix, Timothy Astandu adapatasi era kenormalan baru telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam gaya berpakaian.
"Dengan berbagai kebijakan terkait pembatasan fisik dan bekerja atau belajar dari rumah guna mengurangi penyebaran virus Covid-19, kini sebagian besar responden menyatakan bahwa mereka tidak terlalu mengikuti tren fesyen, tetapi lebih mengutamakan kenyamanan dalam gaya berpakaian mereka,” ujar Timothy dalam rilis resmi yang dikutip Rabu, (26/1/2022).
Selain penggunaan hijab, survei tersebut juga menemukan fakta gaya sederhana dan tampilan sopan akan menjadi tren yang mendominasi di tahun ini.
Untuk mendukung preferensi gaya berpakaian tersebut,
outer atau kardigan akan menjadi barang fesyen wajib para perempuan di tahun 2022, sementara
t-shirt dan kemeja berkerah akan tetap menjadi barang fesyen terfavorit laki-laki.
Survey tersebut juga menyoroti
sneakers sebagai alas kaki yag akan dipakai tahun 2022, diikuti sendal jepit dan sepatu
slip-on. Meski mayoritas responden memilih gaya berpakaian sederhana yang mencerminkan ekspresi diri, namun sebanyak 23 persen responden mengatakan lebih tertarik untuk bergaya modern dan 22 persen lainnya tertarik tampilan profesional yang lebih percaya diri.
Dalam hal jumlah anggaran bulanan, mayoritas responden, baik laki-laki maupun perempuan, bersedia menghabiskan Rp250.001 hingga Rp500.000 untuk berbelanja barang-barang fesyen setiap bulannya.
Menariknya, responden laki-laki bersedia mengeluarkan anggaran yang lebih besar dibandingkan perempuan dengan 19% laki-laki bersedia mengalokasikan lebih dari Rp 1.000.000, sementara hanya 12% perempuan yang bersedia mengeluarkan anggaran lebih dari Rp 1.000.000 untuk berbelanja barang-barang fesyen.
Timothy berharap survey ini bisa menjadi masukan bagi pelaku industri fesyen, baik UMKM atau brand dalam mempersiapkan strategi bisnis dan pengembangan produk tahun ini.
Baca juga: Survey: Ulasan Produk di Twitter Efektif Dorong Perilaku Konsumtif NetizenSurvey juga menunjukkan bahwa 56 persen responden memiliki frekuensi berbelanja di UMKM sama dengan brand fesyen ternama. Dan 50 persen responden menyatakan bahwa mereka memiliki anggaran yang sama ketika mereka berbelanja di UMKM maupun brand.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki peluang besar untuk terus bertumbuh sebagai penggerak roda ekonomi Indonesia tahun 2022,” tutup Timothy.
(est)