Langit7, Jakarta - Batik menjadi salah satu andalan Indonesia dalam mendorong perekonomian. Hal itu dikarenakan eksistensi batik yang terus digemari, baik di tingkat domestik maupun global.
Apalagi, pengrajin batik juga selalu berupaya untuk berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan zaman. Sehingga, batik masih menempati posisi yang aman di hati masyarakat.
Kali ini, bukan saja kain batik yang dapat mendorong perekonomian masyarakat. Namun, inovasi kerajinan batik gerabah.
Baca juga: Jokowi Ingin Indonesia Bertransformasi Hadapi Hiper-Kompetisi DuniaSang pemilik, Rizky Junianto mengatakan, melalui usahanya dia mampu memberdayakan ibu-ibu sekitar. Dengan nama Rizky Craft, usahanya itu menghadirkan produk kerajinan batik berbahan baku tanah liat.
Dengan begitu, warga Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta turut terbantu dengan adanya inovasi tersebut. Di mana mereka memoles batik pada kerajinan tanah liat sehingga tampak lebih cantik.
Milenial 23 tahun itu menuturkan, awal merintis usahanya pada 2018 silam, dia hanya membuka jasa batik gerabah. "Tapi lama-kelamaan permintaan makin banyak, akhirnya saya coba produksi sendiri,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Minggu (30/1).
Dilansir jatengprov.go.id, usahanya mengalami kenaikan pesanan usai mengikuti Lapak Ganjar, bahkan di tengah pandemi Covid-19 sekali pun. Seperti diketahui, Lapak Ganjar merupakan ajang promosi di instastory Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
“Ada sekitar 7-10 (ibu-ibu) yang membantu membatik di sini. Ya awalnya hanya saya sama ibu saya, tapi karena permintaan bertambah (setelah ikut Lapak Ganjar), akhirnya menambah orang untuk berproduksi,” ujarnya.
Baca juga: Betulkah Pekerjaan Manusia Bakal Digantikan AI? Ini Jawaban CEO WIR GroupSelain mendapati peningkatan orderan, Rizky juga mengaku mendapatkan keuntungan lain, seperti penambahan jumlah followers-nya.
“Saya ikut Lapak Ganjar, dan hari itu juga ada DM (
direct message) masuk. Sampai sekarang permintaan bertambah. Kebanyakan dari Semarang, Pekalongan, dan Surabaya,” ucap Rizky.
Untuk memenuhi banyaknya permintaan itulah, ia merekrut dan memberdayakan warga sekitar guna membantu produksi. Mereka mayoritas ibu rumah tangga.
“Saya ajari mereka membatik, dan sekarang sudah bisa. Saya tidak menyebut karyawan, ya lebih etis membantu produksi,” tambahnya.
Baca juga: Baznas Dorong Digitalisasi Pengelolaan Zakat(zul)