LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar pelatihan Sistem Manajemen Informasi Baznas (Simba) di Sumatera Barat, dalam rangka mengoptimalkan adaptasi lembaga perzakatan pada era industri 4.0, pada 27-29 Januari 2022.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Safari Simba Next Generation yang telah dilakukan di berbagai wilayah di Indonesia. Ini merupakan bentuk adaptasi Baznas dalam mengoptimalkan digitalisasi untuk mengoptimalkan dan menguatkan zakat.
"Karena potensi zakat yang sangat besar akan lebih maksimal jika kita bisa memanfaatkan sektor digital, yang nantinya juga akan berimbas memberi manfaat kepada banyak orang," kata Pimpinan Baznas yang membawahi Bidang Informasi Teknologi, M Nadratuzzaman Hosen dalam keterangannya, Ahad (30/1/2022).
Baca Juga: BPKH-BAZNAS Serahkan Bantuan Ruang Kelas Baru Ponpes Al-Manna Padang SidempuanNadra menambahkan, pengembangan Simba ini dimaksudkan agar menjadi andalan para pengelola zakat, termasuk di Sumatera Barat. Menurut dia, revolusi digital turut mempengaruhi cara mengelola zakat.
Sejak 2015 pengguna Simba terus mengalami peningkatan. Bahkan pada 2020, ada 191 pemanfaat aktif secara nasional yang terdiri atas 22 Baznas provinsi, 162 Baznas kabupaten/kota dan 7 Lembaga Amil Zakat (LAZ). "Hal ini menandakan dari tahun ke tahun, pengelola zakat semakin melek digital dan menyadari pentingnya hal tersebut," katanya.
Baca Juga: Potensi dan Tantangan Besar dari Zakat dan WakafRencananya pendampingan Baznas provinsi dan Baznas kabupaten/kota akan semakin diperkuat, sehingga dapat mengoptimalkan fungsi koordinasi dan pelaporan antar Baznas. Simba Next Generation ditargetkan akan bersinergi dengan berbagai pihak, seperti pemerintah, perbankan, mitra pembayaran, crowdfunding platform, internal platform, termasuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang merupakan perpanjangan tangan Baznas di berbagai instansi.
Baca Juga: Potensi Zakat dan Wakaf untuk SDGs(zhd)