Langit7, Jakarta - Indonesia disebut sebagai negara pertama di dunia yang memanfaatkan dana sosial demi capaian pembangunan berkelanjutan (SDGs)
Hal itu dikatakan Dosen IPB University dari Departemen Ilmu Ekonomi Syariah, Irfan Syauqi Beik dalam
Webinar Peran Islamic Filantrophy dalam Mendukung Pendapaian
Sustainable Development Goals, Kamis (27/1).
"Masuknya dana sosial yang ada dan tumbuh berkembang di tengah masyarakat dimungkinkan untuk menjadi bagian dari capaian SDGs. Saya kira Indonesia menjadi
leading example," ujarnya.
Baca juga: BWI Gelar Pelatihan Kompetensi, Sertifikasi dan E-Reporting WakafDalam hal ini, Indonesia menjadi negara yang pertama kali mengorelasikan antara zakat dan wakaf dengan SDGs. Bahkan di forum internasional, kata dia, Indonesia juga turut menjadi contoh, di mana institusi
Islamic social finance ikut terlibat dalam membiayai program SDGs.
"Artinya pelibatan instiusi yang dekat dengan masyarakat menjadi sangat penting. Karena itu kita perlu mengeksplor lebih dalam potensi dari
Islamic social finance," ujarnya.
Baca juga: Pakar IPB: Nazir Perlu Pemahaman Manajemen Risiko Pengelolaan WakafPotensi zakat Indonesia sendiri mencapai nilai Rp327,6 triliun pada 2020. Kendati demikian, zakat, infak dan sedekah nasional periode 2002-2020 baru menginjak angka 3,7 persen.
Demikian pula dengan wakaf di mana periode 2011-2018 yang mencapai Rp255 miliar, sementara periode 2018-2021 angkanya naik 235,29 persen atau menjadi Rp855 milar.
"Walaupun nominalnya cukup besar, tapi kita belum mampu memanfaatkan potensi yang ada secara maksimal. Fenomena ini menarik, jadi seandainya yang pegang uang adalah ummat Islam yang soleh, maka masalah negara kita bisa beres," tegasnya.
Baca juga: Upaya Bangkitkan Produk Halal UMKM Lewat Himpunan Dana WakafUntuk itu, Irfan berharap seluruh pemangku kepentingan terkait dapat terus mempromosikan gerakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) karena memiliki efek luar biasa.
"Kita bayangkan jika semua mau ber-ziswaf maka kebangkitan kita akan sangat dahsyat. Bahkan secara metafisik, jika kita memperjuangkan Ziswaf akan turun rahmat dan pertolongan dari Allah SWT. Itu juga yang harus membuat kita optmis menghadapi tantangan," tambahnya.
(zul)